Berita Sungailiat

Tahun 2019 Ini SDN 6 Deniang Direlokasi, Gedung Baru Masih Proses Lelang

SDN 6 Deniang itu tahun ini kami sudah programkan kalau dak salah Rp 1,6 milyar dananya sudah ada

Tahun 2019 Ini SDN 6 Deniang Direlokasi, Gedung Baru Masih Proses Lelang
(ist/bidang penanggulangan bencana satpol pp kabupaten bangka)
Kondisi banjir di SDN 6 Deniang Kecamatan Riausilip 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--SDN 6 Deniang Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka yang kerap terendam banjir saat hujan deras, pada tahun 2019 akan direkolasi Pemerintah Kabupaten Bangka ke lahan lapangan bola dekat Kantor Kades Deniang untuk dilaksanakan pembangunan gedung baru.

Pembangunan gedung sekolah dasar dilokasi relokasi tersebut rencananya sedang dalam proses tender lelang.

Untuk itu menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Padli, Pemkab Bangka sudah menganggarkan dana sebesar Rp 1,6 milyar guna pembangunan kembali Gedung SDN 6 Deniang.

"SDN 6 Deniang itu tahun ini kami sudah programkan kalau dak salah Rp 1,6 milyar dananya sudah ada tinggal kami lelang.

Ada enam lokal ruang belajar, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang perpustakaan dan sebagainya. Pokoknya lengkaplah," jelas Padli kepada bangkapos.com, Senin (4/3/2019) di Hotel ST 12.

Dia mengatakan, anggaran pembangunan SDN 6 Deniang tersebut sejak tahun 2017 lalu memang sudah dianggarkan tetapi tidak cukup untuk membangun gedung SDN 6 Deniang sehingga dianggarkan kembali tahun 2019 ini. 

"Harus lelang dulu, ada sanggahannya siapa pun pemenangnya boleh bekerja itu terbuka untuk umum," kata Padli.

Sedangkan bangunan SDN 6 Deniang yang lama akan diserahkan kepada pihak Desa Deniang, rencananya akan dijadikan pasar desa.

Namun perlu dilakukan penembokan lebih tinggi agar gedung lama SDN 6 Deniang tidak banjir lagi.

"Itu banjir kiriman. Saya sampaikan ke kepala sekolah kalau banjir terjadi lagi anak-anak difakultatif libur sekolah saja gurunya juga," saran Padli.

Disinggung mengenai tambang inkonvensional (TI) di belakang gedung sekolah tersebut menurutnya, jarak dari sekolah cukup jauh.

Pihaknya sudah menyampaikan kepada Bupati Bangka Mulkan agar ada pencegahan jangan sampai TI tersebut beroperasi di belakang sekolah itu.

"Sebenarnya tidak boleh menambang dekat sekolah itu tetapi maklumlah hari ini dak nambang besok nambang lagi.

Kami juga kadang-kadang susah mereka cari penghidupan kalau mereka mau makan apa dak sanggup untuk biayainya tapi sebagai warga negara yang baik itu harus memikirkan kepentingan umumlah," harap Padli. (BANGKAPOS.COM/NURHAYATI)

Penulis: nurhayati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved