Breaking News:

Korban Jatuhnya Lion Air

VIDEO: Ditinggal Sendiri, Fatimah Ikhlaskan Kepergian Suami dan Kedua Anaknya

Fatimah mama Michelle Vergina korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Karawang, Senin (29/10/2018) lalu kembali menetes air

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Fatimah mama Michelle Vergina korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Karawang,  Senin (29/10/2018) lalu kembali menetes air mata.

Kesedihan mendalam kembali dirasakannya, Senin (4/3/2019) saat pemakaman peti jenazah putrinya dan suaminya.

Sesekali ia menghapuskan air mata bening disudut matanya dengan tisu putih. Ia berusaha tegar walaupun duka masih menyelimutinya karena harus kehilangan suaminya Adonia, putrinya Michelle dan putranya Matiew yang menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air.

"Pengennya ketemu tulangnya atau apalah tapi Tuhan berkata lain ya ku terima saja," tutur Fatimah kepada bangkapos.com, sambil memegang map biru bukti penyerahan bagian jenazah suaminya dari pihak Lion Air.

Dimata mamanya Michelle anak yang baik dan penurut. Putrinya pada tahun ini sudah lulus kuliah di Binus karena sebelum mengalami kecelakaan pesawat Michelle sedang menjalani magang kerja. 

Fatimah mengatakan, ia sudah ikhlas atas takdir Tuhan terhadap suami dan dua anaknya. "Saya tahu mereka sudah dibangkitkan sudah di surga jadi saya ikhlas," ucap Fatimah.

Ia masih bingung bagaimana ke depannya karena tidak ada siapa-siapa lagi harus sendiri ditinggal suami dan anak-anaknya tercinta. 

Diakui Fatimah, sebenarnya dia tidak mengharapkan kembali adanya temuan kembali bagian jenazah suaminya dan juga pakaian putrinya karena tak ingin sedih yang berlarut-larut.

"Saya pikir kalau nggak pemakaman anak saya, saya nggak mau untuk ini. Saya lebih baik dikubur massal aja," tutur Fatimah yang menghapus air matanya dengan tisu.

Diakui Fatimah ia sudah menerima Asuransi Jasa Raharja tetapi santunan dari Lion Air sebesar Rp 1,25 miliar belum diterimanya.

"Untuk asuransi yang Rp 1,25 miliar belum karena kita tidak mau tandatangan R&D (release and discharge)-nya," ungkap Fatimah.

Dikatakannya, dari pihak Lion Air siap mengucurkan dana santunan Rp 1,25 milyar tersebut namun dirinya tidak mau menandatanganinya. 

(BANGKAPOS.COM/NURHAYATI)

Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved