Berita Sungailiat

120 Pelajar Kabupaten Bangka Ikut Forum Anak, Pemerintah Wajib Libatkan Anak dalam Pembangunan

forum anak sebagai wadah bagi anak menyampaikan pandangannya, sehingga anak memiliki hak untuk mengeluarkan pendapat.

120 Pelajar Kabupaten Bangka Ikut Forum Anak, Pemerintah Wajib Libatkan Anak dalam Pembangunan
bangkapos/nurhayati
Kegiatan penguatan peran Forum Anak menuju Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) yang dilaksanakan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka, Selasa (5/3/2019) di Hotel Manunggal Sungailiat. 

BANGKAPOS.COM -- Keberadaan forum anak sangat penting dalam kebijakan pemerintah. Pemerintah perlu melibatkan forum anak dalam mengambil kebijakan terkait pembangunan baik di tingkat pusat hingga daerah.

Hal ini disampaikan Asisten Deputi Pemenuhan Hak Sipil, Informasi Dan Partisipasi Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (KPPPA) Lies Rosdianty saat membuka kegiatan penguatan peran Forum Anak menuju Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) yang dilaksanakan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bangka, Selasa (5/3/2019) di Hotel Manunggal Sungailiat.

Kegiatan ini diikuti 120 orang Anggota Forum Anak serta 10 orang Duta Forum Anak Bangka, yang tergabung dari pelajar SLTP, SMA dan SMK se-Kabupaten Bangka.

Kegiatan forum anak yang dibuka bertemakan Bersama Dalam Bhineka Bersaudara Dalam Budaya yang berlangsung 5 hingga 6 Maret 2019, sekaligus juga pemilihan Forum Daerah dan Duta Anak Kabupaten Bangka. 

"Di musrenbangpun, di pusat, belum lama ini, bappenas mengundang perwakilan anak dari seluruh provinsi untuk mempersiapkan isu-isu yang akan di bahas terkait permasalahan mereka. Jadi kita minta mereka untuk memikirkan nasib mereka sendiri, jangan memikirkan urusan orang dewasa," jelas Lies.

Menurutnya, forum anak sebagai wadah bagi anak menyampaikan pandangannya, sehingga anak memiliki hak untuk mengeluarkan pendapat. Untuk itu orang dewasa wajib mendengarkannya, serta harus dilibatkan dalam semua perencanaan pembangunan.

Dia menilai, keberadaan forum anak sebagai pelopor dan pelapor. Untuk pelopor, forum anak menjadi agen perubahan dalam menyampaikan pandangannya, yang bisa membuat inovasi guna mengatasi masalah yang dihadapi dikalangan anak itu sendiri, terhadap permasalahan yang dilihat dan didengar untuk disampaikan.

Sedangkan sebagai pelapor, anak juga berhak menyampaikan apa yang dialami oleh teman mereka yang belum mendapatkan atau belum terpenuhi hak-hak anak.

"Kalau melihat ada teman-teman di rumah, se-sekolah, di lingkugan, ada yang belum bisa sekolah, ada yang belum dapat akte kelahiran ada yang mendapatkan kekerasan, silahkan laporkan kepada kami. Kita orang dewasa bertugas untuk mendengarkan dan mempertimbangkan, apa yang menjadi pandangan mereka dalam mengatasi permasalah itu," imbau Lies.

Ia menegaskan partisipasi anak penting, bukan hanya memenuhi amanat UU perlindungan anak, tetapi juga amanat nasional, mengingat anak punya hak yang harus di penuhi. Hak anak tersebut tergabung dalam lima cluster konvensi hak anak, diantaranya hak tumbuh kembang, perlindungan, partisipasi, identitas, pengasuh, identitas dan sebagainya.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved