Breaking News:

Inilah Profil Andi Arief, Aktivis Mahasiswa Korban Penculikan yang Jadi Pengikut SBY

Profil Andi Arief, Aktivis Mahasiswa Korban Penculikan, Ikut SBY hingga Dibekuk Polisi saat Nyabu

Editor: Teddy Malaka
Tribunnews.com
Andi Arief 

BANGKAPOS.COM — Berita tertangkapnya Andi Arief dalam kasus narkoba meramaikan jagad politik nasional, Senin (4/3/2019).

Pasalnya Andi Arief yang menjabat Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat itu kerap membuat pernyataan kontroversial, terutama lewat cuitan-cuitan politiknya.

Ia dikabarkan ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkotika Polri, Minggu (3/3/2019).

Andi Arief dikenal publik menekuni dunia politik sejak tingkat bawah, bahkan sejak belajar di universitas.

Dikutip dari berbagai sumber, pria kelahiran Bandar Lampung, Lampung, 20 November 1970, itu mengawali karier politik sebagai aktivis prodemokrasi pada era 1990-an.

Andi Arief tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Fisipol Universitas Gadjah Mada pada 1990.

Selama menjalani kehidupan kampus, Andi Arief terlibat dalam berbagai aktivitas pro demokrasi.

Puncaknya, Andi bergabung di Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) yang berafiliasi dengan Partai Rakyat Demokratik (PRD) yang dahulu beraliran sosialis.

Mereka menentang kekuasaan Presiden Soeharto yang dinilai sewenang-wenang dan korup.

Di SMID, Andi sempat menjabat sebagai ketua, yakni pada 1996.

Andi dan kawan-kawan pun dinilai mengancam Orde Baru.

Pada 1998, ketika gerakan Reformasi bergelora, Andi beserta sejumlah aktivis sempat menjadi korban penculikan dua bulan sebelum jatuhnya Soeharto.

Namun, ia adalah salah satu yang dilepaskan.

Sempat tidak termonitor aktivitas politiknya pasca-Reformasi, nama Andi muncul kembali di publik pada 2004 menjelang pemilihan umum.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved