Berita Pangkalpinang

Perekaman E-KTP Pangkalpinag Hampir 100 Persen,

Sisa calon pemilu yang belum terekam e-ktp adalah para siswa SMA (Sekolah Menengah Atas) atau sederajat yang saat ini belum berusia 17 tahun.

Perekaman E-KTP Pangkalpinag Hampir 100 Persen,
BANGKAPOS/MUHAMMAD RIZKI
Sopiah Kabid Playanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM  - Menyikapi pemilu yang sudah di depan mata Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk
Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) kota Pangkalpinang Sopiah, mengatakan jika untuk perekaman e-ktp warga calon pemilih di pemilu kota Pangkalpinang sudah hampir 100 persen.

"Alhamdulillah untuk di kota Pangkalpinang sudah hampir 100 persen." Ujar Sopiah, Rabu (6/3) saat ditemui di ruang kerjanya.

Sisa calon pemilu yang belum terekam e-ktp adalah para siswa SMA (Sekolah Menengah Atas) atau sederajat yang saat ini belum berusia 17 tahun. Namun mendekati pemilu nanti akan berusia 17 tahun.

Menyikapi hal ini, Sopiah mengatakan bahwa timnya di pertengahan bulan Maret 2019, akan menjemput bola ke semua SMA yang ada di kota Pangkalpinang untuk melakukan pendataan.

Untuk di kota Pangkalpinang, Sopiah mengutip data dari gudang data jumlah total siswa SMA yang sudah dan yang belum merekam karena belum genap 17 tahun tak kurang dari 3000 siswa.

Sedangkan untuk WNA (Warga Negara Asing) yang sudah melakukan perekaman e-ktp di kota Pangkalpinang sejauh ini baru satu orang, WNA tersebut berasal dari negara Kamerun. Namun Sopiah menegaskan bahwa WNA tersebut tidak akan masuk ke DPT (Daftar Pemilih Tetap).

Ketika dimintai pendapat mengenai polemik yang saat ini terjadi, yang mana ada WNA yang masuk ke DPT. Sopiah memilih untuk tidak berkomentar. Namun ia menegaskan jika Disdukcapil kota Pangkalpinang tetap berhubungan baik dan selalu berkordinasi dengan KPU dan BAWASLU.

Sopiah menambahkan jika setidaknya ada 2 perbedaan antara e-ktp WNA dan e-ktp WNI. Diantaranya adalah, e-ktp WNA berbahasa Inggris bukan berbahasa Indonesia. Dan masa berlaku e-ktp WNA hanya sebatas masa KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap) berlaku. Sedangkan e-ktp WNI berlaku seumur hidup.

Sopiah juga menghimbau kepada masyarakat yang belum melakukan perekaman e-ktp. Untuk segera melakukan perekaman. Ia juga mengatakan jika Disdukcapil buka sampai hari Sabtu.

"Jadi yang mungkin berhalangan untuk datang ke disdukcapil saat hari-hari kerja. Kita juga buka untuk melayani masyarakat sampai hari Sabtu." (BANGKAPOS/MUHAMMAD RIZKI/R1

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved