Buat Komitmen di Depan Warga Bakit Parittiga, Lusyani: Nelayan Babel Perlu Dilindungi

Politisi Partai NasDem, Lusyani Suwandi berkomitmen untuk terus memperjuangkan nasib nelayan di Bangka Belitung

Buat Komitmen di Depan Warga Bakit Parittiga, Lusyani: Nelayan Babel Perlu Dilindungi
bangkapos.com
Lusyani Suwandi bersama nelayan 

BANGKAPOS.COM - Politisi Partai NasDem, Lusyani Suwandi berkomitmen untuk terus memperjuangkan nasib nelayan di Bangka Belitung. Hal itu disampaikan Lusyani saat berdialog dengan masyarakat nelayan Bakit, Parit Tiga, Bangka Barat, pada Rabu (6/3/2019).

Menurut Lusyani, UU Nomor 7 tahun 2016 tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudi daya ikan dan petambak garam, yang dibuat pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo sudah sangat jelas menunjukkan keberpihakan pemerintah pusat pada masyarakat pesisir.

“Pemerintah bertugas dalam beberapa hal, di antaranya menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam mengembangkan usaha, memberikan kepastian usaha yang berkelanjutan, serta meningkatkan kemampuan dan kapasitas nelayan. Nah, apakah hal ini sudah dirasakan oleh bapak dan ibu nelayan di sini?” kata Lusyani, setengah bertanya. Kemudian warga menjawab serentak, “belum”.

Selain itu, tambah Lusyani, pemerintah juga harus berupaya untuk menumbuh-kembangkan sistem dan kelembagaan pembiayaan yang melayani kepentingan usaha, melindungi dari risiko bencana alam, perubahan iklim dan pencemaran, serta memberikan jaminan keamanan, keselamatan dan bantuan hukum.

“Enam poin tadi merupakan perintah dari undang-undang, maka pemerintah harus melaksanakannya. Pemerintah ini tak terbatas pusat saja, akan tetapi menyeluruh ke provinsi dan kabupaten/kota se-Babel. Fungsi pengawasan (controlling) dari anggota legislatif, baik DPR RI mau pun DPRD juga mesti ditingkatkan agar nelayan benar-benar mendapatkan berkah dari kekayaan alam laut kita,” pungkas perempuan yang lahir di Jebus, Bangka Barat ini.

Kemudian, Lusyani menceritakan mengapa pemerintah mengeluarkan undang-undang tersebut.

“Karena saya di HNSI, sedikit banyak saya paham latar belakang UU itu terbit. Secara esensi, pemerintah didorong untuk membantu nelayan dalam menghadapi permasalahan kesulitan usaha perikanan dan sekaligus meningkatkan kemampuan nelayan secara lebih baik. Nah, tinggal implementasinya saja di lapangan. Kita berharap, Babel menjadi poros maritim dunia,” kata Anggota Dewan Pertimbangan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) ini.

Jika ia menjadi wakil warga Babel di DPR, dirinya akan mengawal kepentingan nelayan. Komitmen itu disampaikan pada masyarakat.

“Bisa dicatat, saya akan ada di garis terdepan memperjuangkan nasib bapak/ibu nelayan sekalian. Nelayan di sini tidak hanya untuk nelayan kecil, tradisional dan buruh nelayan saja. Akan tetapi termasuk di dalamnya adalah perempuan atau para isteri nelayan.

Kita mesti berikan keterampilan dan modal usaha. Karena saat suaminya melaut, mereka lah tulang punggung keluarga. Kesejahteraan nelayan adalah alasan saya mencalonkan diri jadi Anggota DPR RI Dapil Babel dari Partai NasDem,” tutup Lusyani, diiringi tepuk tangan hadirin. (tea)

Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved