Berita Pangkalpinang

Mengintip Suasana Nyepi di Pura Penataran Agung Kota Pangkalpinang

Yang dimaksud api yang ada di dalam diri kita itu seperti kemarahan, itu inti dari Amati Geni yang sebenarnya

BANGKAPOS/MUHAMMAD RIZKI
Suasana Nyepi di Pura Penataran Agung. Kamis (07/03/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Hari ini tanggal 7 Maret 2019, diperingati oleh umat Hindu sebagai hari raya Nyepi.

Termasuk umat Hindu yang berada di kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung.

Pantauan Bangka pos, pagi ini suasana di Pura Penataran Agung yang berada di Kecamatan Bukit Intan kota Pangkalpinang terlihat lenggang dan sepi.

Gerbang Pura tertutup dan tak ada aktifitas yang terlihat disana.

Sehari sebelumnya Pembimas Hindu Kanwil Kementrian Agama Provinsi Babel Ida Bagus Ngurah Parwata mengatakan jika pada hari raya Nyepi, umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian.

Ida menjelaskan jika ada empat unsur dari Catur Brata Penyepian. Yang pertama adalah Amati Geni yaitu tidak meyalakan api.

Api yang dimaksud ini bukan hanya api yang berada di luar diri kita, namun juga api yang berada di diri kita.

"Yang dimaksud api yang ada di dalam diri kita itu seperti kemarahan, itu inti dari Amati Geni yang sebenarnya."ungkap Ida, Rabu (6/3) saat ditemui sebelum pelaksanaan upacara Melasti.

Unsur yang kedua adalah Amati Karya yang berarti tidak bekerja atau tidak melakukan aktifitas seperti aktifitas yang sering kita lakukan sehari-hari.

Sedangkan unsur yang ketiga adalah Amati Lelungan atau tidak berpergian.

Ida mejelaskan jika makna dari Amati Lelungan adalah umat Hindu tidak diizinkan untuk pergi.

Hanya diperbolehkan di rumah saja dan berkontemplasi.

Unsur yang terakhir adalah Amati Lelanguan yang memiliki arti tidak diperbolehkan untuk menikmati hiburan-hiburan. (BANGKAPOS/MUHAMMAD RIZKI/R1)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved