Berita Pangkalpinang

Disbudpar, Sebut Gonjang Ganjing Harga Tiket Pesawat Sebabkan Kunjungan ke Babel Berkurang 50 Persen

Itu berdasarkan survei acak, door to door, yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung

Disbudpar, Sebut Gonjang Ganjing Harga Tiket Pesawat Sebabkan Kunjungan ke Babel Berkurang 50 Persen
BANGKA POS / DEDY Q
Kepala Disbudpar Babel Rivai 

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Rivai sempat menyinggung dampak mahalnya harga tiket pesawat pada tingkat kunjungan ke Babel.

Dia menyebut, gonjang ganjing tingginya harga tiket beberapa waktu lalu berdampak pada berkurangnya kunjungan ke Babel hingga 50 persen.

Ini sempat Rivai sampaikan di sela sambutannya pada acara bersama mahasiswa Aiesec di SMA N 3 Pangkalpinang, Jumat (8/3/2019.

"Itu berdasarkan survei acak, door to door, yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung," kata Rivai kepada Bangka Pos di SMA N 3 Pangkalpinang.

Dia menyebut gejolak penurunan kunjungan ke Babel itu terasa selama Januari 2019. Meskipun tak disebut secara detail, pada Februari 2019 hingga sekarang, kunjungan disebut semakin membaik.

"Karena harga tiket sudah relatif lumayan. Rp 700 ribuan masih (lumayan) dibanding Rp 1,3 juta. Saya tidak tahu berapa normalnya, tetapi kalau ke Jakarta maksimalnya biasanya Rp 850 ribu, kadang Rp 450 ribu, kadang Rp 550 ribu atau Rp 600 ribu," beber Rivai.

Menurut dia, gejolak harga tiket yang berimbas pada angka kunjungan juga terjadi pada kunjungan ke daerah lain di Indonesia.

Keluhan juga bukan hanya disampaikan oleh sektor pariwisata.

"Tetapi kalau dari pariwisata itu gampang sekali, berapa tingkat hunian hotel. Cek saja. Kedua, berapa sih pelaku UKM dapat omzet dibandingkan harga tiket naik. Saya yakin ada penurunan," ucapnya.

Rivai berharap, angka kunjungan wisata ke Babel segera normal.

"Walaupun harga tiket sudah mulai turun, tetapi tidak signifikan dibandingkan dengan sebelum Januari 2019.

Sebelum itu kan normal, weekend full, hotel full, sekarang sudah mulai bangkit lagi, sudah ada beberapa kunjungan, dari domestik. Jakarta, Bandung itu masih tetap segmentasi utama Babel," katanya. (BANGKA POS / dedyqurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved