Breaking News:

Hujat Wasit Usai PSG Kalah, Neymar Terancam Sanksi

Penyerang Paris Saint-Germain, Neymar, terancam sanksi karena menghujat dan menyerang tim wasit usai timnya dikalahkan Man United 1-3

Editor: khamelia
FRANCK FIFE / AFP
Selebrasi penyerang PSG, Neymar Junior, seusai mencetak gol ke gawang Crvena Zvezda pada laga Grup C Liga Champios 2018-2019 di Stadion Parc des Princes, Paris, Prancis, pada Rabu (3/10/2018). 

BANGKAPOS.COM--Penyerang Paris Saint-Germain, Neymar, terancam sanksi karena menghujat dan menyerang tim wasit usai timnya dikalahkan Man United 1-3 di leg kedua yang digelar di Stadion Parc Des Princes, Paris, Rabu (6/3/2019) atau Kamis dini hari WIB.

UEFA sedang menyelidiki hujatan Neymar melalui akun media sosialnya. UEFA bisa menjerat sang pemain dengan pasal 11 kode disiplin.

Hukuman bisa membuat Neymar harus absen satu hingga tiga pertandingan. Pertemuan untuk memutuskan kasus tersebut direncanakan berlangsung pada 28 Maret.

Neymar tidak turun saat rekan-rekannya berjuang melawan Man United. Ia masih mengalami cedera.

Walau demikian, Neymar terpantau masih datang langsung ke stadion. Pada laga tersebut, Damir Skomina, wasit Slovenia, menganggap bahwa pemain PSG, Presnel Kimpembe telah mengulurkan tangannya ke arah bola tembakan pemain Man United, Diogo Dalot.

Setelah berkonsultasi dengan asisten VAR pada dua kesempatan, Skomina memutuskan menghadiahkan Man United penalti yang berhasil dieksekusi oleh Marcus Rashford pada menit ke-94.

Usai laga, Neymar menghujat tim wasit yang memimpin laga lewat akun Instagram-nya.

"Ini memalukan," tulis Neymar di Instagramnya disertai foto insiden Kimpembe.

"Mereka bahkan menempatkan empat orang yang tidak mengerti sepak bola menyaksikan insiden itu dalam gerakan lambat," ujar pemain asal Brasil itu.

Menurut Neymar, bola tidak sama sekali menyentuh tangan Kimpembe, melainkan hanya mengenai punggungnya.

artikel ini telah terbit di https://bola.kompas.com/read/2019/03/08/21000008/hujat-wasit-usai-psg-kalah-neymar-terancam-sanksi

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved