Berita Pangkalpinang

Pengacara Ini Mengaku Tanda Tangannya Dipalsukan untuk Dapat Pinjaman Bank

Tak cuma Ag yang ditudingnya selaku pihak yang telah memalsukan tanda tangan dirinya, namun ada pihak lain pula yang dianggapnya ikut terlibat

Pengacara Ini Mengaku Tanda Tangannya Dipalsukan untuk Dapat Pinjaman Bank
(Bangkapos/Ryan A Prakasa)
Feriyawansyah SH (ke-4 dari kiri) didampingi para penasihat hukumnya. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Lantaran tanda tangannya merasa dipalsukan,  Feriyawansyah SH akhirnya 'buka-bukaan' soal masalah pengajuan permohonan pinjaman dana kepada Bank Tabungan Negara (BTN) Pangkalpinang yang pernah diajukan oleh sang istri.

Dalam konferensi pers yang digelar di sebuah warung kopi (warkop) di Kota Pangkalpinang, Kamis (7/3/2019), pria yang dikenal sebagai pengacara ini mengaku jika tanda tangannya sempat dipalsukan dalam hal pengajuan pinjaman dana senilai Rp 500 juta ke BTN.

Di hadapan wartawan pengacara ini awalnya sempat menginisialkan nama pihak yang dimaksudnya atau diduganya telah memalsukan tanda tangan dirinya saat pengajuan pinjaman dana pada bank tersebut (BTN).

"Saya dalam hal ini sebagai korban terkait pemalsuan tanda tangan pengajuan pinjaman dana pada PT Bank Tabungan Negara cabang Pangkalpinang yang dilakukan pihak saudara berinisial Ag," katanya.

Tak cuma Ag yang ditudingnya selaku pihak yang telah memalsukan tanda tangan dirinya, namun ada pihak lain pula yang dianggapnya ikut terlibat dalam hal pengajuan permohonan pinjaman dana sejumlah Rp 500 juta tersebut kepada BTN Pangkalpinang. 

Lanjutnya, terkait persoalan pinjaman dana sejumlah Rp 500 juta pada tanggal 28 April 2018 lalu, berikut dugaan pemalsuan tanda tangan, saat ini permasalahan tersebut  diserahkan ke pihak penasihat hukumnya yang tergabung dalam Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Bersatu tertanggal 25 Januari 2019.

"Nah akibat dari kejadian ini ada kerugian pada diri saya yakni kerugian materil yang tak bisa dinilaikan dengan uang. Membuat rasa malu sehingga saya di-black list. Sebab ada uang senilai Rp 500 juta tapi tidak saya nikmati," terangnya.

Atas kejadian tersebut, Feriyawansyah mempertanyakan kinerja BTN Pangkalpinang begitu mudah memproses permohonan pinjaman dana senilai Rp 500 juta.

"Saya khawatirkan ini persoalan trust masyarakat terhadap bank itu. Sebab ini menyangkut uang negara. Saya berharap ada keadilan dan tidak ada korban-korban lainnya," katanya saat itu didampingi para penasihat hukumnya.

Ia menegaskan jika dirinya sendiri sempat melakukan konfirmasi ke pihak BTN Pangkalpinang terkait permasalahan tanda tangan dirinya dipalsukan oleh Ag, termasuk perihal tunggakan atas pinjaman dana sejumlah tersebut.

Halaman
12
Penulis: ryan augusta
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved