Breaking News:

BangkaPosiana

Putra Asal Bangka Belitung Jabat Ketum APKASINDO Pusat, Ini Komitmennya Untuk Petani Sawit

H Alpian Arahman SE, putra daerah asal Provinsi Bangka Belitung terpilih menjadi Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Pusat

Editor: khamelia
(Bangkapos/Ryan A Prakasa)
Ketua umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), H Alpian Arahman 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -H Alpian Arahman SE, putra daerah asal Provinsi Bangka Belitung terpilih menjadi Ketua Umum Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Pusat periode 2019 - 2024, Kamis (28/2/2019) di Hotel Orchard, Jakarta

Munas dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara di antaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan, Wakil Menteri Pertanian, DR Bayu Krisna Mukhti termasuk 366 pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APKASINDO dari 22 provinsi di wilayah Indonesia, serta 366 Dewan turut pula hadir.

"Alhamdulillah semua ini berkat ridho Allah SWT. Saya banyak bersyukur dipercaya menjabat selaku ketua umum APKASINDO pusat," kata H Alpian Arahman saat ditemui di kantornya di lingkungan Gabek, Kota Pangkalpinang, Jumat (8/3/2019).

APKASINDO merupakan organisasi besar dengan jumlah total 16 juta petani seluruh Indonesia.

Pria kelahiran Desa Delas, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, 11 Juni 1974 ini berhasil menggeser Dr Gulat Manurung asal DPW APKASINDO Provinsi Riau (sebelumnya menjabat ketum APKASINDO).

Alpian mengaku memiliki komitmen mengedepankan penguatan lembaga petani kelapa sawit di Indonesia, termasuk di provinsi Babel.

"Sehingga di wilayah Indonesia ini terbentuknya suatu lembaga petani kelapa sawit melalui Gapoktan dengan membentuk koperasi, sehingga mereka bisa bermitra dengan PKS (pabrik kelapa sawit -- red) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia ini," katanya.

Hal tersebut lantaran dinilainya jika kelembagaan petani kelapa sawit di Indonesia saat ini terkesan belumlah begitu solid atau bersatu. Sehingga kondisi ini pun dianggapnya akan terkendala dalam penyampaian aspirasi para petani kelapa sawit di Indonesia.

"Nah rencana kami pun akan merealisasikan program pemerintah atau disebut PSR. PSR ini adalah kegiatan peremajaan kelapa sawit atau replanting yakni sesuai program pemerintah itu dengan alokasi lahan pada tahun 2019 ini seluas 185.000 hektar," terangnya.

Terkait program pemerintah itu, para petani yang telah memiliki lahan atau pun kebun kelapa sawit namun kondisinya buruk maka semua itu akan diganti oleh pemerintah.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved