Berita Pangkalpinang

Satlantas Polres Pangkalpinang Gandeng Transportasi Online Sebagai Pelopor Keselamatan Lalu Lintas

Melalui kerjasama dengan transportasi online ini, pelajar yang belum diperbolehkan menggunakan kendaraan dapat

Satlantas Polres Pangkalpinang Gandeng Transportasi Online Sebagai Pelopor Keselamatan Lalu Lintas
Bangkapos/Ira Kurniati
Sosialisasi keselamatan lalu lintas bersama transportasi online di SMK Negeri 1 Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Setelah melakukan berbagai kegiatan mengkampanyekan keselamatan berlalu lintas kepada generasi millenial, kali ini Satuan lalu lintas Polres Pangkalpinang menggandeng perusahaan transportasi online yang berada di Pangkalpinang untuk mensosialisasikan tertib lalu lintas di SMK Negeri 1 Pangkalpinang, Jumat (8/3/2019). 

Kasat lantas Polres Pangkalpinang, AKP Nicodemus Brahmana, menuturkan, upaya pihak kepolisian lalu lintas untuk menjaring partisipasi dan menjadikan generasi millenial sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas.

Dengan menggandeng para ojol (ojek online) disosialisasikan ke sekolah-sekolah, lantaran siswa-siswi tentu banyak yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) sehingga belum diperbolehkan menggunakan kendaraan bermotor di jalan raya. 

Melalui kerjasama dengan transportasi online ini, pelajar yang belum diperbolehkan menggunakan kendaraan dapat memaksimalkan sebagai moda dari angkutan ke sekolah atau rumah.

Nico mengatakan, para pengemudi online ini  tentunya sudah memiliki SIM, menyediakan helm dan kendaraan yang sesuai dengan aturan lalu lintas, sebab sebelum dioperasikan di tes dan direkomendasikan oleh satlantas. 

"tentunya dengan akomodasi online, siswa siswi yang tidak punya SIM untuk berkendara dapat memanfaatkannya.

Kami juga ingin menjadikan ojek online ini sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas." kata Nico, Jumat (8/3/2019). 

Disinggung mengenai masih adanya penggunaan ponsel jalan raya yang dilakukan pengemudi ojek online, dia menuturkan, tak pandang bulu dalam melakukan teguran dan penindakan terhadap pelanggaran kasat mata tersebut, meskipun memang pada transportasi online, ponsel merupakan alat yang digunakan untuk mempermudah menemukan lokasi tujuan. 

Namun dia akan menegur bahkan menindak dengan sistem tilang bila didapatkan pengemudi yang melakukan pelanggaran lalu lintas. 

"sama aja dengan yang lain, apabila ditemukan pelanggaran akan ditegur atau ditilang. Karena mereka harus jadi contoh pelopor keselamatan lalu lintas.

Kami juga akan sampaikan ke pimpinannya untuk memberikan imbauan ke armada atau pengemudi." paparnya. 

Nico menyebutkan, sosialisasi keselamatan lalu lintas akan terus digaungkan di wilayah Pangkalpinang untuk dapat meningkatkan kesadaran lalu lintas guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan. 

Sementara, satu diantara pelajar SMK Negeri 1 Pangkalpinang, Dwifya Maharani, siswi kelas 11 jurusan multimedia, mengaku, dirinya kerap menggunakan jasa transportasi online sepulang sekolah.

Dia memang belum diperbolehkan orangtuanya mengendarai sepeda motor lantaran usianya yang belum mencukupi batas pembuatan SIM. 

"lebih cepat dan pasti kalau naik ojol. Simple juga tinggal pesan kalau mau. Kalau nebeng sama teman kadang suka tidak pasti bisa atau enggak. Mending naik ojol, biarpun bayar tapi lebih pasti dan diizinin orangtua." pungkas Dwi. (Bangkapos/irakurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved