Update Gugatan Keluarga Korban Lion Air JT610 ke Boeing, Sejumlah Bukti dan Tuduhan Disampaikan

Update Gugatan Keluarga Korban Lion Air JT610 ke Boeing, Sejumlah Bukti dan Tuduhan Disampaikan

Update Gugatan Keluarga Korban Lion Air JT610 ke Boeing, Sejumlah Bukti dan Tuduhan Disampaikan
kolase pegi pegi/abc
ilustrasi black box di pesawat Lion Air JT 610 

BANGKAPOS.COM -- Sejumlah keluarga dari 189 orang yang meninggal dalam kecelakaan Lion Air JT 610 masih melanjutkan gugatan hukum kepada Boeing. Sejumlah bukti tuduhan dilayangkan penggugat yang menganggap adanya kelalaian dari Boeing.

Melansir artikel dari seattletimes.com berjudul 'Seattle firm files lawsuit against Boeing on behalf of Lion Air crash-victim families'
yang diterjemahkan, Boeing sedang digugat di Seattle atas nama keluarga dari beberapa dari 189 orang yang meninggal dalam kecelakaan Oktober dari jet Lion Air.

Gugatan itu menyalahkan sistem kontrol penerbangan otomatis baru pada 737 MAX dan mengatakan Boeing gagal mengungkapkan informasi Kepada pilot.

Firma hukum cedera pribadi Seattle menggugat Boeing Kamis atas nama keluarga 17 penumpang Indonesia yang meninggal ketika 737 MAX yang baru diterbangkan oleh Lion Air jatuh pada 29 Oktober, 189 orang di dalamnya tewas.

Keluhan yang diajukan di Pengadilan Tinggi King County menuduh bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh kegagalan sistem kontrol penerbangan baru yang dipasang Boeing pada MAX.

Ini juga menuduh bahwa Boeing gagal untuk menginformasikan pilot tentang keberadaan sistem otomatis baru, yang dirancang untuk mendorong hidung jet ke bawah tanpa input pilot jika sensor pada badan pesawat mendeteksi kondisi kios berkecepatan tinggi.

Penyelidikan awal ke dalam kecelakaan oleh otoritas Indonesia menetapkan bahwa sensor "angle of attack" tunggal yang mengaktifkan sistem memberikan pembacaan yang salah.

Dalam rilis berita, Grup Hukum Herrmann mengatakan, "Boeing tidak memasukkan penyebutan sistem baru dalam Manual Penerbangan Pesawat, yang menjadi sandaran pilot.

Selanjutnya, sistem akan aktif secara otomatis tanpa pemberitahuan kepada pilot."

Siaran pers mengutip para pejabat dengan serikat pilot maskapai penerbangan A.S. yang mengetahui tentang MCAS hanya setelah kecelakaan dan dalam laporan-laporan pers mengungkapkan keterkejutan dan kekhawatiran akan kurangnya informasi.

Halaman
12
Penulis: Teddy M (tea)
Editor: teddymalaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved