Berita Bangka Selatan

Camat Toboali Pastikan Pembangunan Pabrik CPO Masuk Wilayah Desa Jeriji

Camat Toboali, Jusvinar memastikan area pembangunan pabrik pengolaan Crude Palm Oil (CPO) masuk kawasan desa Jeriji, Kecamatan Toboali

Camat Toboali Pastikan Pembangunan Pabrik CPO Masuk Wilayah Desa Jeriji
(KOMPAS/IWAN SETIYAWAN)
Ilustrasi: Pekerja menaikkan tandan buah segar sawit ke truk 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Camat Toboali, Jusvinar memastikan area pembangunan pabrik pengolaan Crude Palm Oil (CPO) masuk kawasan desa Jeriji, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Pernyataan Jusvinar ini menyusul pertemuan serta adanya klaim masyarakat dari Pemdes Serdang terkait lahan pembangunan pabrik CPO tersebut yang sebagiannya masuk dalam wilayah desa tersebut.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah kabupaten Bangka Selatan melakukan pertemuan antara Pemdes Serdang dan Pemdes Jeriji di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Toboali belum lama ini.

Kepada harian ini, Jusvinar memastikan seluruh wilayah pembangunan Pabrik CPO berada dalam wilayah desa Jeriji sesuai hasil peta dan data dari Badan Informasi Geospasial (BIG) yang sebelumnya bernama Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) yang merupakan lembaga pemerintah non kementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang informasi geospasial.

Dalam hal ini menurut Jusvinar, pihaknya hanya sebatas memaparkan saja. Pasalnya, peta dan data itu bukan kita yang buat tetapi BIG selaku lembaga negara yang punya otoritas.

"Kalau merujuk kepada peta rupa bumi tahun 2003 dan data BIG yang terbaru hasil konsultasi bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perhubungan (PUPRP) Basel, Wilayah Pembangunan Pabrik CPO tersebut dipastikan sepenuhnya berada dalam wilayah Desa Jeriji," ujar Jusvinar usai jalan santai HuT Basel di pantai Laut Nek Aji, Minggu (10/3/2019).

Jusvinar berharap kedua desa tersebut melalui Pemdes, BPD, tokoh masyarakat dan tokoh agama selaku wakil masyarakat agar dapat menyikapi permasalahan tersebut secara arif dan bijak agar tidak menimbulkan permasalahan baru.

"Sikapi permasalahan ini dengan arif dan bijak, tetap jaga Kamtibmas di desa masing-masing jangan sampai main hakim sendiri. kalau memang masih ada pihak yang belum menerima hasil pemaparan tersebut mari kita musyawarahkan dan kami hanya memaparkan peta dan data yang ada," harapnya. 

(Bangkapos/Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved