Berita Sungailiat

Disebut-sebut Dapat 2 Ton Perhari, Hutan Lindung Pantai Belinyu Dirusak Penambang

Cukong nekat mengerahkan anak buah mengeksploitasi kawasan itu karena hasil yang di dapat menggiurkan, 1 ton hingga 2 ton pasir timah perhari.

Disebut-sebut Dapat 2 Ton Perhari, Hutan Lindung Pantai Belinyu Dirusak Penambang
(IST/Ahmad SHR).
Kondisi Hutan Lindung Pantai (HLP) Guntung, dekat Pantai Lempar Belinyu rusak parah. Tampak sejumlah kolong dan alat berat saat Tim Pol PP Bangka datang 

BANGKAPOS.COM--Tambang timah ilegal semakin memprihatinkan. Hutan Lindung Pantai (HLP) Guntung Belinyu Bangka, rusak parah.

Cukong nekat mengerahkan anak buah mengeksploitasi kawasan itu karena hasil yang di dapat menggiurkan, 1 ton hingga 2 ton pasir timah perhari.

Keberadaan tambang ilegal berskala besar atau nonkonvensional (TN) ini diakui oleh Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka, Dalyan Amrie diwakili Kabid Perundang-Undangan, Achmad Suherman ketika dikonfirmasi Bangka Pos, Rabu (13/3/2019).

Mengenai keberadaan tambang liar di hutan lindung itu, sudah pernah diimbau untuk berhenti beraktivitas, namun tetap saja beroperasi.

tambang ilegal
 Kondisi Hutan Lindung Pantai (HLP) Guntung, dekat Pantai Lempar Belinyu rusak parah. Tampak sejumlah kolong dan alat berat saat Tim Pol PP Bangka datang. (IST/Ahmad SHR).)

"Sudah pernah kami imbau agar tidak menambang lagi karena itu kawasan hutan lindung. Tetapi mereka (penambang) tetap membandel," kata Suherman.

Sementara, informasi yang berkembang menyebutkan, tambang ini milik warga lokal berinisial IRW, IKB dan YSF. Mereka diduga tak bermain sendiri karena diduga ada oknum tertentu yang membekingi. Tambang ini bahkan nekat beroperasi malam hari.

Ketika suasana musim razia digelar, penambang memilih tiarap. Namun kini mereka beroperasi lagi. Tambang di kawasan HL yang dimaksud sudah ada sejak tahun lalu.

Beberapa saat vakum, namun beroperasi lagi. "Tambang itu berada di kawasan hutan lindung pantai. Dalam sehari mereka bisa dapat satu hingga dua ton timah. Mereka kerja kadang pada hari hari tertentu, bahkan malam hari," kata sebuah sumber kepada Bangka Pos.

Informasi yang beredar ini ditindaklanjuti oleh Tim Satpol PP Kabupaten Bangka. Dua pekan lalu, penambang yang dimaksud sudah diperingatkan. Namun hingga kini, tambang ilegal tersebut tetap beroperasi

"Baru dua minggu lalu kami ke situ beri peringatan. Waktu kami datang, terlihat ada 3 PC (eksavator) dan 3 unit TI (tambang) yang beroperasidari bibir pantai sekitar 50 meter," tambah Suherman.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved