Berita Pangkalpinang

Terjerat Korupsi Anggaran Proyek Lahan Kritis Pensiunan ASN Ini Divonis 2 Tahun Penjara

Aldi Salqomar divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Pangkalpinang Kelas IB lantaran dirinya terjerat

Terjerat Korupsi Anggaran Proyek Lahan Kritis Pensiunan ASN Ini Divonis 2 Tahun Penjara
(Bangkapos/Ryan Augusta Prakasa)
Suasana gedung kantor Pengadilan Negeri Kelas IB Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -  Mungkin pria ini sebelumnya tak menyangka jika dirinya akan kembali 'menginap' dalam kurun waktu relatif lama di sel jeruji besi lantaran terjerat perkara atau kasus yang sama yakni kasus tindak pidana korupsi (tipikor). 

Pensiunan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Pangkalpinang, Aldi Salqomar saat itu hanya bisa terdiam ketika majelis hakim mengetuk palu dan menjatuhkan vonis sanksi hukuman pidana yakni harus mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bukit Semut, Pangkalpinang selama kurun waktu 2 tahun.

Aldi Salqomar divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Pangkalpinang Kelas IB lantaran dirinya terjerat dalam perkara tipikor anggaran proyek Pengendalian Lahan Kritis & Pengadaan Bibit Pohon tahun anggaran (TA) 2013 dikerjakan oleh CV Mahardika senilai Rp 700 juta di bawah naungan intansi Badan Lingkungan Hidup (BLH) Daerah Kota Pangkalpinang.

Tak cuma itu, bahkan dalam putusan vonis perkaranya itu oleh majelis hakim pun, Aldi Salqomar pun dijatuhi sanksi pidana berupa Subsider selama 3 bulan kurungan penjara serta sanksi wajib membayar denda sebesar Rp 50 juta.

Humas Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Hotma EP Sipahutar SH MH mengatakan jika terpidana, Aldi Salqomar justru belumlah lama divonis oleh majelis hakim pengadilan setempat terkait perkara korupsi yang melibatkanya itu.

"Yang bersangkutan (Aldi Salqomar -- red) telah dijatuhkan vonis sanksi hukuman kurungan penjara selama dua tahun dan Subsider tiga bulan oleh majelis hakim yang menyidangnya saat itu yakni saat sidang putusan tanggal 14 Pebruari 2019 lalu," kata Humas Pengadilan Pangkalpinang Kelas IB yang dikenal ramah dengan awak media saat ditemui di gedung pengadilan setempat, Rabu (13/3/2019).

Namun terkait perkara tipikor ini, jaksa penuntut umum (JPU) menurut Hotma justru saat ini sedang melakukan upaya banding terhadap putusan majelis hakim diketuai I Nyoman Wiguna SH MH beserta dua orang anggota majelis hakim lainnya, Yelmi SH MH & Haridi SH MH menjatuhkan vonis tersebut,

lantaran sebelumnya tuntutan JPU terhadap perkara ini yakni ancaman kurungan penjara selama 4 tahun, denda Rp 50 juta serta subsider selama 3 bulan kurungan penjara.

Sekedar diketahui, sebelumnya pun Aldi Salqomar (mantan Kabid Lingkungan Hidup BLH Kota Pangkalpinang) terjerat persoalan hukum, bahkan akhirnya ia pun mesti mendekam dalam penjara Lapas Tuatunu, Pangkalpinang setelah divonis kurungan penjara selama 1,2 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Pangkalpinang yakni terkait proyek Pembangunan Taman Mandara.

Dalam kasus itu pun Aldi Salqomar diketahui selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek pembangunan Taman Mandara di kawasan Kolong Kacang Pedang, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang menelan dana mencapai senilai Rp 2,7 miliar lebih bersumber dari dana APBD tahun anggaran (TA) 2013 dikerjakan oleh PT Ayu Mustika Rizki.

Terkait proyek Taman Mandara ini, Aldi Salqomar sebagai PPK pun oleh pihak kejaksaan dianggap bersalah, lantaran sebelumnya sempat mencairkan dana sebesar lima persen biaya pemeliharaan yang seharusnya tidak dicairkan pada bulan Desember 2013, lantaran pekerjaan belum selesai.
(BANGKA POS/Ryan A Prakasa)

Penulis: ryan augusta
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved