Jokowi ke Bangka

Aktivitas Jokowi di Bangka, Bagi Sertifikat Beli Sayuran hingga Warga Rebutan Foto Bareng

Aktivitas Jokowi di Bangka, Bagi Sertifikat Beli Sayuran hingga Warga Rebutan Foto Bareng

Aktivitas Jokowi di Bangka, Bagi Sertifikat Beli Sayuran hingga Warga Rebutan Foto Bareng
Bangka Pos / Resha Juhari
Kedatangan Presiden Joko Widodo ke Pasar Pagi, Kamis (14/3/2019) 

Maka dari itu, ia akan menyimpan baik-baik sertifkat yang sudah diterima.

"Saya senang akhirnya sudah ada sertifikat. Ini cepat prosesnya, saya mengajukan sertifikat nunggu beberapa bulan kemudian langsung jadi," sebut Darmadi.

Presiden Jokowi disambut warga Bangka Belitung saat mengunjungi Pasar Pagi Pangkalpinang, Kamis (14/3/2019)
Presiden Jokowi disambut warga Bangka Belitung saat mengunjungi Pasar Pagi Pangkalpinang, Kamis (14/3/2019) (Bangka Pos / Resha Juhari)

Target 9 Juta Sertifikat

Presiden  Jokowi menargetkan tahun ini bisa menerbitkan 9 juta sertifikat.

Jika dulu sertifikat ini hanya dibagikan 500 ribu sertifikat seluruh Indonesia, baru di tahun 2016 Jokowi menginstruksikan kepada Menteri BPN untuk lebih banyak lagi menerbitkan sertifikat tanah.

Hal ini bukan tanpa sebab, menurut Jokowi, jika bidang tanah di seluruh tanah air ada 126 juta sedangkan yang bersertifikat baru 46 juta.

Berarti masih ada sisa 80 juta sertifikat yang belum dibagikan kepada masyarakat.

"Kalau setahun cuma 500 ribu sertifikat berarti bapak ibu semuanya harus nunggu terlalu lama untuk dapat sertifikat. Mau ? Mau nunggu 160 tahun ? Siapa yang bilang mau, maju sini saya kasih sepeda." ujar Jokowi, Kamis (14/03/2019) disambut tawa dari para peserta.

Jokowi menambahkan jika di tahun 2017 targetnya mengeluarkan 5 juta sertifikat, sedangkan di tahun 2018 target yang diberikan oleh presiden adalah sebesar 7 juta, dan realisasinya adalah 9,4 juta diseluruh provinsi di Indonesia. Tahun ini presiden menargetkan 9 juta sertifikat keluar.

"Ini penting (sertifikat) kenapa penting ? Soalnya setiap saya masuk ke kampung. Yang masuk ke telinga sayang selalu sengketa tanah, sengketa lahan. Karena apa? Karena masyarakat ga pegang sertifikat."

Halaman
1234
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved