Berita Sungailiat

Baru Enam Desa di Kecamatan Merawang Miliki BUMdes Aktif

2018 sudah terbentuk semua, pembinaan sudah berjalan dari tingkat Provinsi dan Kabupaten, termasuk kemarin

Baru Enam Desa di Kecamatan Merawang Miliki BUMdes Aktif
Bangkapos/Riki
Kantor Camat Merawang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Sebanyak 10 Desa yang berada di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, telah memiliki Badan Usaha Milik Desa.

Namun tidak semua Badan usaha itu aktif, masih ada beberapa Desa sedang berusaha mencari usaha yang akan mereka geluti.

Staf Tata Pemerintahan, Kecamatan Merawang, Sarkani mewakili Sekretaris Kecamatan Merawang Abdulrasyid, mengatakan pada tahun 2018 sudah terbentuk semua dan dilakukan pembinaan terhdap Desa yang ada di Kecamatan Merawang.

" 2018 sudah terbentuk semua, pembinaan sudah berjalan dari tingkat Provinsi dan Kabupaten, termasuk kemarin pembinaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten, terutama masalah kelembagaanya, penataan kuangan pengembangan usaha BUMDes,"jelas Sarkani kepada wartawan, Jumat (15/3/2019).

Ia menambahkan, setiap Desa saat ini telah memilik BUMDes namun tidak semuanya berjalan, baru sebagian Desa yang telah berpenghasilan.

"Ada sepuluh desa tergantung Desa masing masing ingin usaha apa, contoh di Desa Batu Rusa pengelolaan pasar Desa Batu Rusa hingga sampah, mereka yang memungut retribusi dari pengelolaan pasar dan sampah itu,"lanjutnya

Selanjutnya, contoh Desa lainya, yakni Desa Kimak yang juga telah memiliki usaha, dalam pengelolaan BUMdes yakitu, pengelolaan pangkalan LPG, pengembangan jamur tirem dan perkebunan sawit.

"Itu contohnya Desa yang memiliki BUMdes yang sudah berjalan, artinya sudah aktif, artinya ada enam Desa yang sudah aktif,  yaitu Batu Rusa, Kimak, Pagarawan, Balunijuk, Jada Bahrin, Jurung, sementara sisanya dalam perjalanan,"tukasnya.

BUMdes Di Kecamatan Merawang yang masih dalam perjalanan Desa Air Anyir, Riding Panjang, Merawang dan Dwi Makmur yang saat ini baru tahap pengembangan usaha.

"Paling tidak bila mengaktifkan BUMDes telah memberikan lapangan kerja terutama ke pengurusnya jelas ada penghasilan, artinya perekonomian meningkat menjadi lebih baik,"ungkapnya

Ia mengharapkan untuk Desa yang belum berjalan BUMdesnya, bisa seceptanya mencari potensi Desa yang bisa menghasilkan usaha dan lapangan pekerjaan di Pemerintah Desa.

"Untuk Desa yang belum jalan, semua desa harus bergerak dan menghidupkan pengelolaan BUMDes, karena anggaran dari pemerintah tidak terus menerus memberikan, dengan ada usaha Desa artinya PAD Desa bertambah, artinya bisa mandiri dengan hasil potensi desanya sendiri,"harapnya.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved