Berita Pangkalpinang

Hutan Lindung Boleh Ditambang, Ini Syaratnya

Kepala Bidang PPLH Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bangka Belitung Hutriadi menjelaskan, diperbolehkan menambang di kawasan hutan lindung.

Hutan Lindung Boleh Ditambang, Ini Syaratnya
Bangkapos/Muhammad Rizki
Caption : Hutriadi Kepala Bidang PPLH (Pengendalian dan Penataan Lingkungan Hidup) 

BANGKAPOS.COM-- Kepala Bidang Pengendalian dan Penataan Lingkungan Hidup  (PPLH)  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bangka Belitung Hutriadi menjelaskan, diperbolehkan menambang di kawasan hutan lindung.

Namun penambangan di hutan lindung tidak boleh dilakukan dengan serampangan, ada syarat yang harus dipenuhi oleh pihak yang menambang. Selain memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pihak penambang juga harus melakukan aktifitas penambangan di bawah tanah.

"Boleh dengan syarat, pertama harus punya AMDAL dan penambangannya wajib di bawah tanah. Serta pengurusan izinnya lingkungannya di kementerian," jelas Hutriadi kepada bangkapos.com, Jumat (15/3) saat ditemui di ruang kerjanya menyikapi pemberitaan tentang rusaknya kawasan hutan lindung pantai di Kecamatan Belinyu.

Hutriadi mengatakan, walaupun skala penambangannya kecil, pihak penambang tetap wajib memenuhi syarat di atas.

Ia mencontohkan satu-satunya pertambangan timah bawah tanah seperti yang terdapat di Gunung Kek Karak Belitung Timur.

Hal ini dikarenakan memang melakukan penambangan di hutan lindung tidak mudah dan kondisi geologis di pertambangan Gunung Kek Karak yang memang mendukung untuk dilakukan penambangan bawah tanah.

Hutriadi kembali menjelaskan jika penambang di hutan lindung sudah selesai, maka pihak penambang wajib melakukan reklamasi atau pemulihan kembali daerah bekas tambang tersebut sesuai kondisi awal.

"Tentunya harus dipulihkan kembali, walaupun tidak akan 100 persen seperti semula. Misalkan ekosistem awalnya hutan ya harus dikembalikan menjadi hutan. Atau dijadikan pariwisata, ya harus jadi tempat wisata yang ramah lingkungan."

Hal ini dimaksudkan agar lokasi bekas tambang tersebut masih dapat memiliki nilai ekonomis. (BANGKAPOS.COM/MUHAMMAD RIZKI/R1)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved