Romahurmuziy Ditangkap

Romahurmuziy Tertangkap OTT oleh KPK, Sehari Sebelumnya Unggah Keliling Indonesia Temui Kyai

Ketua Umum PPP Romahurmuziy ditangkap saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (15/3/2019) di Surabaya

Romahurmuziy Tertangkap OTT oleh KPK, Sehari Sebelumnya Unggah Keliling Indonesia Temui Kyai
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (10/1/2019) 

BANGKAPOS.COM-- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy ditangkap saat Operasi Tangkap Tangan (OTT)  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),  Jumat (15/3/2019) di Surabaya, Jawa Timur.

Diketahui, Romi (sapaan Romahurmuziy) ditangkap sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelum ditangkap, Romi sebelumnya sempat membagikan momen saat mengisi sebuah diskusi di Kabupaten Malang.

Hal tersebut tampak dari unggahan Romi di akun Instagram @romahurmuziy, Kamis (14/3/2019).

Dalam foto yang diunggah tersebut, Romi tampak berbicara di atas podium. Dari backdrop acara, diketahui acara berlangsung di Malang pada Rabu (13/3/2019).

Romi juga mengunggah foto saat dirinya berfoto bersama sejumlah santri.  Sementara itu, berdasarkan caption yang ditulis, Romi menyampaikan bahwa dirinya terus berkeliling Indonesia untuk bertemu para ustaz dan kyai.

Hal itu dilakukannya untuk meluruskan hoaks dan fitnah yang beredar. Romi menyebutkan, kyai perlu menyampaikan materi anti hoaks dan fitnal pada para jamaah.

Romi lantas menautkan akun Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia mencontohkan sejumlah hoaks yang menyerang Jokowi, mulai dari hoaks melegalkan LGBT dan pernikahan sejenis, hingga hoaks larangan adanya pendidikan agama.

Romi menyebutkan, kyai memiliki peran penting untuk meluruskan hoaks dan fitnah tersebut.

 "Alhamdulillah bisa terus berkeliling Nusantara bertemu para ustadz dan para kyai untuk meluruskan hoax dan fitnah, kali ini di Kabupaten Malang. ⠀

Sebagai tokoh yang dekat dengan umat para kyai perlu menyampaikan materi anti hoax dan fitnah kepada para jamaah karena akhir-akhir ini hoax semakin marak terjadi. ⠀

Belum selesai polisi memproses penyebaran hoax yang menyebut pak @jokowi akan melegalkan LGBT dan pernikahan sejenis, muncul lagi hoax yang menyebut pak @jokowi akan melarang Pendidikan agama.⠀

Penyebaran hoax akhir-akhir ini terlihat dilakukan dengan sistematis. Tujuannya adalah mendelegitimasi pemerintahan dengan isu agama. Sehingga peran kyai menjadi penting untuk meluruskan hoax dan fitnah terkait agama tersebut.

Halaman
12
Editor: nurhayati
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved