Berita Bangka Barat

Tandatangan Plt Bupati Babar Tak Berlaku, Pembangunan 60 Desa Terhenti

Kita sudah coba untuk mencairkan anggaran desa. Anggarannya sudah diajukan oleh Dinsospemdes Babar ke KPPN, tapi

Tandatangan Plt Bupati Babar Tak Berlaku, Pembangunan 60 Desa Terhenti
istimewa/Plt Bupati Bangka Barat, Markus
Plt Bupati Bangka Barat, Markus 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sejak ditinggalkan oleh almarhum Parhan Ali, kursi Bupati Bangka Barat hingga saat ini belum juga terisi secara definitif.

Sementara beberapa proses administrasi dan keuangan harus menggunakan tandatangan bupati definitif.

Markus yang kini menjabat sebagi Plt. Bupati Bangka Barat pun tak bisa berbuat banyak. Tanda tangannya tak berlaku untuk proses pencairan anggaran serta peraturam bupati.

Imbasnya miliaran dana desa untuk 60 desa di Babar sudah 3 bulan tak bisa dicairkan.

"Kita sudah coba untuk mencairkan anggaran desa. Anggarannya sudah diajukan oleh Dinsospemdes Babar ke KPPN, tapi tidak bisa dicairkan karena tandatangannya harus bupati definitif," kata Deni, Ketua Apdesi, Kecamatan Parittiga, Bangka Barat saat dihubungi bangkapos.com, Jumat, (15/3/2019).

Akibatnya kata Deni, pembangunan di desa khususnya di Bangka Barat terhenti. Bahkan sudah tiga bulan ini aparat desa di Bangka Barat belum menerim gaji.

"Bagaimana desa kita mau membangun kalau dana desanya sudah 3 bulan ini tidak bisa dicairkan. Kalau sampai bupati tidak juga dilantik, pembangunan desa kita terhenti," ujar Deni.

Dia menyayangkan pemerintah propinsi Babel hingga saat ini belum mengambil tindakan. Dana desa ini penting untuk pembangunan desa dan keberlangsungan pemerintahan desa.

"Segeralah dilantik bupati definitifnya. Kalau tidak kasihan pemerintahan desa. Dana desa ini juga untuk kepentingan masyarakat desa," kata Deni. (Bangka Pos /Hendra).

Penulis: Hendra
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved