Benarkah Video Games Bisa Membantu Temukan Bakat dan Membuat Lebih Bahagia?

Jika Anda pernah berpikir apakah Anda dapat memberikan kontribusi nyata ke dunia tetapi Anda tidak begitu yakin bahwa Anda mempunyai bakat untuk itu.

Benarkah Video Games Bisa Membantu Temukan Bakat dan Membuat Lebih Bahagia?
Jovanmandic/Getty Images/iStockphoto
Bermain video game. 

BANGKAPOS.COM - Jika Anda pernah berpikir apakah Anda dapat memberikan kontribusi nyata ke dunia tetapi Anda tidak begitu yakin bahwa Anda mempunyai bakat untuk itu, mungkin Anda perlu perhatikan bagaimana Anda bermain games (gim) komputer.

Mulai banyak penelitian yang menunjukkan bahwa dunia virtual dapat menunjukkan apa kemampuan Anda sebenarnya.

Sementara beberapa orang melihat video gim sebagai hidup dalam fantasi, sesungguhnya, diri yang kita tampilkan dalam dunia virtual sebenarnya sama dengan diri kita yang sebenarnya di dunia nyata.

Misalnya, satu penelitian menemukan bahwa nilai-nilai yang seseorang anut sesuai dengan pilihan-pilihan yang mereka ambil ketika bermain gim, sehingga kepribadian mereka yang sebenarnya tercerminkan dalam skenario gim.

Ada juga bukti bahwa kemampuan memimpin kita bisa terlihat dari bagaimana kita membentuk hubungan di video gim.

Beberapa orang mengenal kemampuan yang mereka miliki sehingga cukup beruntung untuk dapat memanfaatkannya baik di dunia nyata maupun dunia virtual.

Bahkan ada orang-orang yang menuliskan pencapaian mereka dalam gim di CV mereka. Namun, banyak juga orang yang tidak menyadari potensi kemampuan mereka.

Penelitian di atas mengisyaratkan bahwa keputusan yang kita ambil dan perilaku kita dalam bermain gim dapat memberitahu kita tentang sistem nilai dan kemampuan yang, mungkin, berada di alam bawah sadar.

Hal ini karena ketika bermain dalam skenario simulasi yang menarik, kita dapat masuk dalam keadaan “mengalir”. Ini merupakan fenomena psikologis yang ditandai dengan adanya fokus tinggi pada tugas tertentu, dan perasaan bahagia yang datang dari dalam ketika kita menyesuaikan tingkat kemampuan kita dengan tingkat tantangan yang ada, dan, menariknya, kita benar-benar kehilangan kesadaran diri.

Dalam kata lain, kita begitu terlena dalam skenario gim hingga kita bereaksi dengan lebih otentik dibanding ketika kita berada dalam dunia nyata, dimana kita biasanya berperilaku sesuai dengan ekspektasi sosial dan aturan yang ada.

Halaman
12
Editor: tidakada016
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved