Berita Pangkalpinang

Dialog Lintas Agama Kota Pangkalpinang: Tokoh Agama Miliki Peran Penting Terciptanya Pemilu Damai

Peserta 30 orang terdiri dari para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan para tokoh agama di Kota Pangkalpinang.

Dialog Lintas Agama Kota Pangkalpinang: Tokoh Agama Miliki Peran Penting Terciptanya Pemilu Damai
Bangka Pos/Edwardi
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang melalui Sub Bagian Tata Usaha menggelar Dialog Lintas Agama Tingkat Kota Pangkalpinang dengan tema “Mewujudkan Kerukunan dan Kedamaian Umat Beragama Kota Pangkalpinang Dalam Rangka Menciptakan Pemilu Damai Tahun 2019” di Hotel Bangka City, Selasa (19/03/2019). 

BANGKAPOS.COM  -- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang melalui Sub Bagian Tata Usaha menggelar Dialog Lintas Agama Tingkat Kota Pangkalpinang dengan tema “Mewujudkan Kerukunan dan Kedamaian Umat Beragama Kota Pangkalpinang dalam Rangka Menciptakan Pemilu Damai Tahun 2019” di Hotel Bangka City, Selasa (19/03/2019).

Kegiatan dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, H Abdul Rohim didampingi Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Eyde Tusewijaya dan Ketua Panitia, I Nengah Wiardiasa.

Peserta 30 orang terdiri dari para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan para tokoh agama di Kota Pangkalpinang.

Ketua Panitia, I Nengah Wiardiasa mengatakan kita patut bersyukur beberapa waktu lalu telah melaksanakan pilkada memilih Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang, sudah berjalan dengan baik secara luber dan jurdil.

"Apapun hasil itu adalah buah dari proses demokrasi yang harus kita hormati, perbedaan dalam hal politik adalah biasa, kini waktunya melupakan perbedaan dan mulai babak baru, yakni membangun Kota Pangkalpinang," katanya.

Dijelaskannya, artinya disini keberhasilan itu merupakan andil dari pada masyarakat dan peranan tokoh menciptakan rasa damai, tokoh agama memiliki peran penting dalam terciptanya keamanan dan kerukunan pada tahun politik ini.

“Seperti yang kita ketahui, sebentar lagi kita akan melaksanakan pemilihan umum legislatif yang akan dihelat berbarengan dengan pemilihan presiden. Kami berharap para alim ulama dan tokoh agama dapat aktif dalam menjaga ketentraman masyarakat, karena kita tentu tidak ingin masyarakat terbelah karena isu SARA saat pemilu nanti berlangsung,” ujarnya.

Diharapkannya, para tokoh agama agar dapat memberikan kesejukan dan dapat meredam paham radikalisme yang dapat mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara, serta dapat menjaga kerukunan, baik antar umat seagama, antar umat beragama maupun antara umat beragama dengan pemerintah.

“Substansi dari rasa kebangsaan adalah kesadaran untuk bersatu sebagai bangsa, karena kesamaan sejarah dan kepentingan masa depan bersama, serta kita tetap berkomitmen bahwa toleransi adalah harga mati dan kita ciptakan Kota Pangkalpinang menjadi daerah yang tetap aman,” tukasnya.

Diimbaunya kepada para tokoh agama agar dapat berkolaborasi dan berinovasi agar dapat menjawab persoalan-persoalan dan menciptakan solusi dalam menciptakan Pemilu yang damai, khususnya di Kota Pangkalpinang. (BANGKAPOS.COM/EDWARDI)

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved