Kapal Karam Berusia 2.500 Tahun di Sungai Nil Ungkap Kebenaran Perahu Mesir Kuno

Para ilmuwan menemukan kapal karam di Sungai Nil yang usianya sekitar 2.500 tahun

Kapal Karam Berusia 2.500 Tahun di Sungai Nil Ungkap Kebenaran Perahu Mesir Kuno
Science Alert
Potongan kapal karam di Nil yang usianya diperkirakan 2.500 tahun. Kapal ini dinamai Kapal 17. 

BANGKAPOS.COM - Para ilmuwan menemukan kapal karam di Sungai Nil yang usianya sekitar 2.500 tahun. Bagi ilmuwan, transportasi tua bernama Kapal 17 itu ibarat lorong waktu yang bisa menjawab perdebatan dan rahasia selama berabad-abad.

Dalam buku sejarah Herodotus Histories yang terbit 450 SM, sejarawan Yunani Kuno menuliskan tentang sebuah kapal kargo di sungai Nil yang dinamai Kapal Baris.

Dalam deskripsinya, Kapal Baris dibangun dengan menggunakan batu bata, dilapisi papirus atau tanaman air yang digunakan untuk bahan membuat kertas di zaman kuno, dan kemudi panjang yang menembus lubang di bawah kapal.

Sistem kemudi itu juga terlihat dalam representasi selama periode Firaun. Namun hingga saat ini belum ada bukti arkeologis yang kuat tentang keberadaannya.

Apa yang dideskripsikan dalam buku Herodotus sama seperti kapal 17 yang tenggelam di dekat Canopic Mouth of Nile, tertanggal di Periode Akhir 664-332 SM.

Meski sudah tenggelam lebih dari 2.500 tahun, kapal 17 masih dalam kategori sangat luar biasa. Para arkeolog bahkan berhasil mengungkap 70 persen lambung kapal.

"Baru setelah kami menemukan kapal ini, kami sadar apa yang ditulis dalam buku Herodotus benar," ujar arkeolog Damian Robinson dari The Oxford Centre for Maritime Archeology kepada The Guardian.

Sistem kemudi serupa, dari relief Deir el-Gebr├ówi berusia2325-2155 SM. Sistem kemudi serupa, dari relief Deir el-Gebrâwi berusia2325-2155 SM.

Hal itu karena kapal 17 memiliki beberapa elemen yang dicatat oleh Herodotus dalam bukunya.

"Sambungan papan kapal 17 disusun sedemikian rupa sehingga tampak seperti susunan batu-bata yang dijelaskan Herodotus," tulis arkeolog Alexander Belov dari Pusat Studi Egyptological dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia dalam makalah 2013.

"Papan kapal 17 dirakit secara transversal dengan papan kayu yang panjangnya mencapai dua meter. Hal ini sama seperti yang ditulis Herodotus. Kapal 17 memiliki papan yang dua kali lebih tebal dibanding kapal baris," ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Herru W
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved