Kisah di Dalam Kokpit Pesawat Lion Air JT610 Akhirnya Terungkap, Begini Suasananya Sebelum Meledak

Pilot dari Lion Air Boeing 737 Max yang jatuh di Indonesia sedang mencari manual penerbangan untuk mencoba menemukan mengapa pesawat terus meluncur ke

Kisah di Dalam Kokpit Pesawat Lion Air JT610 Akhirnya Terungkap, Begini Suasananya Sebelum Meledak
facebook/Bhavye Suneja/tribunstyle Kolase Foto Pilot Bhavye Suneja dan Lion Air JT 610
Black Box Lion Air JT 610 Ungkap Pilot Berusaha Menaikkan Pesawat Tapi Sistem Salah Terima Informasi 

BANGKAPOS.COM -- Pilot dari Lion Air Boeing 737 Max yang jatuh di Indonesia sedang mencari manual penerbangan untuk mencoba menemukan mengapa pesawat terus meluncur ke bawah terhadap perintah mereka, menurut laporan rekaman suara kokpit.

Melansir artikel theguardian berjudul  "Lion Air pilots were looking at handbook when plane crashed"  yang diterjemahkan mengungkap sejumlah fakta tentang penerbangan yang banyak merenggut nyawa warga Bangka Belitung itu,

Penyelidikan kecelakaan itu, yang menewaskan semua 189 orang di kapal Oktober lalu, telah menjadi lebih signifikan bagi Boeing dan maskapai penerbangan karena dugaan kaitannya dengan bencana Ethiopian Airlines, di mana 157 tewas pada model pesawat yang sama.

Pemerintah Ethiopia dan penyelidik kecelakaan Prancis mengatakan data penerbangan menunjukkan kesamaan yang jelas antara dua 737 kecelakaan Max.

Menurut sumber yang berbicara dengan Reuters, rekaman suara dari Lion Air - belum secara resmi dirilis - menunjukkan bahwa kapten meminta kopilot untuk memeriksa manual penerbangan dalam beberapa menit lepas landas saat mereka berjuang untuk mengendalikan pesawat.

Kapten berada di kontrol penerbangan Lion Air JT610 ketika 737 Max lepas landas dari Jakarta.

Dua menit perjalanan, kopilot melaporkan "masalah kontrol penerbangan" ke kontrol lalu lintas udara.

Sumber mengatakan kecepatan udara disebutkan pada rekaman suara kokpit, dan bahwa indikator menunjukkan masalah pada layar kapten.

Pilot melihat melalui buku pegangan yang berisi daftar periksa untuk peristiwa abnormal, karena jet itu salah memberi tahu pilot bahwa itu ada di dalam sebuah stall, mendorong hidung ke bawah - sebuah respons otomatis yang dibangun ke dalam perangkat lunak sebagai bagian dari manuvering augmented system augmentation system (MCAS) anti-stall program di 737 Max.

Ketika sang kapten berjuang untuk mengangkat hidung pesawat, komputer terus mendorong hidung ke bawah.

Halaman
123
Penulis: Teddy M (tea)
Editor: teddymalaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved