VIDEO : Spare Part Motor Ilegal Asal Malaysia dan Thailand Diamankan

Penangkapan terhadap spare part ilegal tersebut bermula informasi dari masyarakat terkait beredarnya sejumlah spare motor berasal dari Malaysia..

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung mengamankan spare part untuk motor sport ilegal selundupan dari Thailand dan Malaysia.

Pelaku Is (42) warga Tanjungpinang diamankan di Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu sesaat kapal tol laut KM Sabuk Nusantara tiba.

Barang bukti yang diamankan berupa berbagai macam spare part motor sport sebanyak 80 item bernilai sekitar Rp 100 juta. Tersangka Is dijerat dengan pasal berlapis tentang perdagangan.

"Barang bukti dan tersangka kita amankan hari senin 18 Maret kemaren spare part ini tidak ada label SNI dan tidak menggunakan bahasa Indonesia sehingga patut diduga ilegal masuj ke Indonesia ," kata AKBP Irwan Deffi Nasution Kasubdit Gakkum Dit Polairud mewakili Dit Polairud Kombes Pol M Zainul Kamis (21/3/2019) saat gelar tersangka dan barang bukti.

Penangkapan terhadap spare part ilegal tersebut bermula informasi dari masyarakat terkait beredarnya sejumlah spare motor berasal dari Malaysia dan Thailand.

Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung dengan melakukan penyelidikan.

Diketahui bahwa barang tersebut masuk melalui Batam Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalaui jalur laut di Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu Kabupaten Bangka.

Senin (18/3/2019) kembali didapati informasi kembali ada pengiriman spare part Batam ke Bangka. Tim Subdit Gakkum Ditpolairud kemudian menunggu kedatangan Kapal Tol Laut KM Sabuk Nusantara yang membawa spare part tesebut.

Saat kapal tiba di Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu Belinyu Tim Gakkum Ditpolairud melakukan pengecekan dan didapat kemasan paket berisi spare part menggunakan jasa pengiriman. Selanjutnya spare part bersama pemiliknya Is yang bermaksud menjemput kiriman tersebut diamankan.

Berdasarkan pengakuan tersangka dirinya memasan barang barang secara online kemudian dikirimkan masuk melalui Pulau Batam sejak 2018 lalu.

Barang bukti yang diamankan berupa 3 lembar invoice faktur belanja dari Toko Line Hing Motor Co beralamat di Jalan Pahang Kuala Lumpur Malaysia. 49 kotak berisikan 82 item barang spare part untuk motor sport Yamaha.
Mulai dari shock hingga rangka motor.

Pasal yang dikenakan untuk Is antara lain pasal 104 atau 113 atau 106 Undang Undang RI No 7 Tahun 2014. Ancamannya hukuman untuk pasal104 dan 113 yakni hukuman penjara 5 tahun serta denda Rp 5 Milyar sementara untuk pasal 106 ancaman 4 tahun dengan denda Rp 10 milyar.

"Saat ini tersangka kita tahan bersama barang bukti di Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung," kata AKBP Irwan Deffi Nasution.

Penulis: deddy_marjaya
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved