VIDEO : Pemerintah Arab Saudi Mewajibkan Semua JCH Untuk Suntik Meningitis

Nurmala mengatakan ibadah haji ditujukan kepada umat Islam yang istito’ah (mampu), baik secara materi, fisik maupun mental.

BANGKAPOS.COM, PANGKALPINANG -- Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang, Hj Nurmala mendampingi Jamaah Calon Haji (JCH) Kota Pangkalpinang di hari kedua pemeriksaan kesehatan tahap lanjutan dan penyuntikan vaksin meningitis yang digelar Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang di Puskesmas Girimaya, Jumat (22 /03/2019).

Nurmala mengatakan ibadah haji ditujukan kepada umat Islam yang istito’ah (mampu), baik secara materi, fisik maupun mental.
Termasuk di dalamnya istito’ah kesehatan bagi JCH.

"Dari aspek kesehatan, kemampuan fisik dan rohani yang sehat menjadi faktor penting yang harus diperhatikan JCH," ujarnya.

Ditambahkannya, untuk mengukur dan menentukan istito’ah tersebut, dilakukan dengan cara pemeriksaan kesehatan yang diatur dalam Permenkes No. 16 Tahun 2016 dan surat edaran Dirjen Haji No.4001 Tahun 2018 yang mengatur bahwa persyaratan istito’ah kesehatan tersebut harus diimplementasikan melalui pemeriksaan kesehatan dan suntik meningitis ini.

"Suntik meningitis ini diwajibkan Pemerintah Arab Saudi kepada semua JCH dari seluruh negara, hal ini dikarenakan meningitis adalah penyakit infeksi yang sangat berbahaya, namun dapat dicegah dengan cara vaksinasi," tukasnya.

Diakui Nurmala, pihaknya selalu mengimbau kepada para JCH agar menjaga kesehatan sebelum masa keberangkatan ini dengan cara berolahraga ringan, mengkonsumsi makanan yang bergizi serta selalu menerapkan pola hidup sehat.

"Kami berharap agar seluruh JCH Kota Pangkalpinang dapat mengikuti anjuran yang diberikan oleh para petugas kesehatan agar dapat berangkat dalam kondisi yang sehat dan bugar sehingga dapat melaksanakan ibadah haji nanti secara maksimal," ujarnya.

Sementara Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Pangkalpinang, Rosdiana mengungkapkan bahwa seluruh JCH yang masuk dalam estimasi keberangkatan tahun 2019 sudah melaksanakan suntik meningitis seluruhnya dalam 2 hari ini.

“Untuk hari pertama kemarin jumlah JCH yang disuntik meningitis ada 112 orang dan hari ini 108 orang. Ada juga 2 orang JCH yang tidak disuntik karena masih memiliki kartu ICV (International Certificate Vaccanation) yang menandakan bahwa mereka sudah disuntik meningitis dalam waktu dekat ini,” jelasnya.

Ditambahkannya, setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan suntik meningintis, JCH akan mendapatkan Kartu Kesehatan Jamaah Haji (KKJH) yang di dalamnya terdapat ICV, daftar obat dan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji (K3JH) yang dilengkapi dengan barcode, sehingga untuk mendeteksi rekam medis JCH bisa dilakukan langsung dengan scan barcode tanpa harus mencari lagi secara manual.

(Bangka Pos/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved