Konsep Desa Doudo, Menanam Tumbuhan Kaya Manfaat, Memetik Rezeki dari Pekarangan Rumah

Ada yang unik dari desa Doudo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Setiap RT yang terdapat di desa tersebut memiliki tema dan konsepnya

Konsep Desa Doudo, Menanam Tumbuhan Kaya Manfaat, Memetik Rezeki dari Pekarangan Rumah
nationalgeographic
Gapura Desa Doudo. 

Kampung 3R (Reuse, Reduce, Recycle)

Penggunaan barang bekas.
 
Penggunaan barang bekas.

Kampung ini memiliki tema 3R karena barang-barang yang digunakan untuk menanam tumbuhan, menggunakan barang bekas. Sebagai contoh, pot mereka berasal dari botol plastik atau kaleng. Begitu pun dengan asbak.

Fathiyatul Masturoh, warga kampung 3R yang juga menjadi pengurus Bank Sampah, kerap memberikan edukasi kepada tetangganya untuk melakukan daur ulang. “Pokoknya sebisa mungkin memanfaatkan barang-barang bekas di kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Usaha mereka tidak sia-sia, Kampung 3R ini berhasil meraih juara 3 dalam Lomba Gresik Berhias Tahun 2017, dalam kategori Pengelolaan Kawasan Lingkungn Berbasis Hijau.

Kampung E-Link (Edukasi Lingkungan Inovatif dan Kreatif)

Kampung yang berada di RT 4, desa Doudo, ini mengedepankan inovasi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Di Kampung E-Link, terdapat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal. Warga di sini sudah bisa memanfaatkan air limbah untuk beberapa kebutuhan, seperti menyiram tanaman, dan budidaya lele.

“Kalau selama ini untuk menyiram tanaman kita menggunakan air bersih, sekarang bisa pakai air limbah. Jadi, nggak buang-buang air bersih,” kata Asti.

Selain IPAL Komunal, Kampung E-Link juga menjadi pelopor Biopori Plus. Setiap rumah di desa Doudo memang wajib memiliki lubang biopori, namun di RT inilah awalnya bermula. Penduduk di RT lain yang ingin membuat lubang biopori pun bisa meminta bantuan warga Kampung E-Link dengan gratis.

Setiap rumah di kampung E-Link wajib memiliki tiga lubang biopori, masing-masing dengan kedalaman satu meter. Setiap lubang berfungsi sebagai ‘dekomposer’. Di sanalah, sampah-sampah dapur selama tiga bulan dikumpukan sebelum akhirnya terurai dan menjadi pupuk kompos yang nantinya akan digunakan untuk tanaman mereka sendiri.

Kampung E-Link pun berhasil meraih Best of The Best Pengelolaan Kawasan Lingkungan Berbasis Hijau pada ajang Gresik Berhias Tahun 2017.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved