Konsep Desa Doudo, Menanam Tumbuhan Kaya Manfaat, Memetik Rezeki dari Pekarangan Rumah

Ada yang unik dari desa Doudo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Setiap RT yang terdapat di desa tersebut memiliki tema dan konsepnya

Konsep Desa Doudo, Menanam Tumbuhan Kaya Manfaat, Memetik Rezeki dari Pekarangan Rumah
nationalgeographic
Gapura Desa Doudo. 

Kampung Aloe Vera

Di RT terakhir, yaitu RT 5, setiap rumah wajib memiliki tanaman lidah buaya, minimal dua. Alasan memilih konsep ini adalah karena lidah buaya  termasuk tanaman yang memiliki banyak manfaat. Perawatannya pun tidak sulit dilakukan.

“Waktu itu, kami yang paling ketinggalan. RT lain sudah memiliki tema, tapi kami belum. Sepintas dapat ide untuk membuat Kampung Aloe Vera karena tanaman ini mudah dirawat dan perkembang biakkannya cepat,” cerita Abdul Rozak, Ketua RT di kampung ini.

Sama seperti Kampung Si Cantik Cerdas dan Kampung Sayur, warga di Kampung Aloe Vera pun memanfaatkan tanaman lidah buayanya untuk menambah penghasilan. Mereka mengolah tanaman tersebut menjadi kerupuk, peyek, es dawet, dan permen, yang dipasarkan di toko oleh-oleh sekitar Gresik dan Mbok Doudo.

Pada April 2018 lalu, Kampung Aloe Vera berhasil masuk dalam kategori Pengelolaan Kawasan Lingkungan Terbaik ajang Gresik 2018.

Desa Doudo, desa yang asri.
 
Desa Doudo, desa yang asri.

Menuju desa wisata

PT Pertamina EP Asset 4 Field Poleng yang selama ini membina dan mendampingi Doudo, mengatakan akan terus mendukung inovasi desa ini.

Dalam upayanya memanfaatkan pekarangan rumah misalnya, PT Pertamina EP Asset 4 Field Poleng memberikan bantuan berupa pot dan rak tanaman untuk setiap RT. Juga mengadakan pelatihan pembuatan biopori kepada penduduk desa.

“Semua sebenarnya adalah milik desa. Kami pasti akan mendukung jika itu baik. Ikut senang karena Doudo sudah bagus sekali prestasinya. Desa ini juga sudah mendapat pengakuan di tingkat nasional sebagai desa yang asri,” papar Arina Hidayatul Chasanah, Relation and Formalities Staff PT Pertamina EP Asset 4 Field Poleng.

Meski begitu, ke depannya, Doudo masih bisa berkembang lagi. Arina mengatakan, PT Pertamina EP Asset 4 Field Poleng ingin memberikan kebermanfaatan lebih pada warga desa, terutama di bidang ekonomi.

“Desa Doudo yang hijau dan sudah dikenal banyak orang ini, menyimpan potensi wisata. Mengawali 2019, kami akan mengarahkan Doudo menjadi desa wisata dengan edukasi lingkungan,” katanya.

Arina menjelaskan, nantinya, orang-orang bisa mengunjungi keenam kampung tematik di Doudo sambil belajar tentang lingkungan. Mulai dari pengelolaan air, merawat tanaman di rumah, mengolah sampah menjadi sesuatu yang bernilai, hingga belajar membuat lubang biopori.

“Ini bisa membuka lapangan pekerjaan bagi generasi muda Doudo yang selama ini menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri,” pungkasnya.

https://nationalgeographic.grid.id/read/131674303/memetik-rezeki-dari-pekarangan-rumah-dengan-menanam-tumbuhan-kaya-manfaat?page=all

Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved