Dosen Bunuh Staf Kampus, Inilah Fakta Hubungan Siti Zulaeha dengan Wahyu Jayadi dan Pengakuan Istri

Dosen Bunuh Staf Kampus, Inilah Fakta Hubungan Siti Zulaeha dengan Wahyu Jayadi dan Pengakuan Istri

Dosen Bunuh Staf Kampus, Inilah Fakta Hubungan Siti Zulaeha dengan Wahyu Jayadi dan Pengakuan Istri
Tribun Timur/Facebook Muh Darwis
Berikut ini 4 fakta terbaru dosen UNM bunuh Siti Zulaeha 

Berdasarkan penuturan tetangga, istri Wahyu Jayadi terlihat meninggalkan rumah pada hari di mana jasad Siti ditemukan, Jumat (22/3/2019).

Istri Wahyu terlihat membawa anaknya dan pakaian pada Jumat sore.

Sementara Wahyu diamankan pihak kepolisian pada Jumat pukul 14.00 WITA.

3. Kedekatan Wahyu Jayadi dan Siti Zulaeha

Siti Zulaeha dan Wahyu Jayadi merupakan rekan kerja sekaligus tetangga.

Keduanya bahkan perantau dari asal daerah yang sama.

Mereka sama-sama orang Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.

Mereka tinggal di perumahan yang sama.

Rumah Wahyu Jayadi di blok E nomor 17, sedangkan rumah Siti Zulaeha Djafar di blok F nomor 8.

Rumah pegawai UNM Sitti Zulaeha Djafar (40) korban pembunuhan hanya dipisahkan jalan paving blok dengan terduga pelaku seorang dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan, Wahyu Jayadi (44).
Rumah pegawai UNM Sitti Zulaeha Djafar (40) korban pembunuhan hanya dipisahkan jalan paving blok dengan terduga pelaku seorang dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan, Wahyu Jayadi (44). (INSTAGRAM.COM/@MAKASSAR_IINFO)

Wahyu Jayadi dan Siti Zulaeha sama-sama lulusan Universitas Negeri Makassar (UNM).

Wahyu Jayadi menjabat sebagai dosen UNM, sementara Siti Zulaeha menjabat sebagai staf Bagian Rumah Tangga pada Biro Administrasi Umum dan Keungan (BAUK) UNM.

Saat diamankan polisi, Wahyu Jayadi menceritakan bagaimana hubungan dirinya dengan korban hingga mengaku mendapat wasiat kepercayaan dari orangtua Siti Zulaeha Djafar untuk menjaga Siti Zulaeha Djafar.

Wahyu Jayadi dianggap seperti saudara dengan korban.

"Kita tak punya hubungan emosional dalam tanda kutip bahwa kita saling suka sama suka. Ini karena persoalan hubungan emosional karena hubungan keluarga. Saya ingat pesannya almarhumah mamanya, 'Jagai anrimmu, jagai anrimmu (jaga adikmu, jaga adikmu). Bahasa Bugisnya seperti itu. Taniako tau laing' (kamu bukan orang lain)," ungkapnya.

4. Sempat mengelak kemudian terbukti membunuh

Wahyu Jayadi sebelumnya mengelak jika ia melakukan pembunuhan terhadap Siti Zulaeha.

Penyidik kemudian menempuh penyelidikan berbasis scientific identification (identifikasi secara ilmiah).

Polisi berhasil mengidentifikasi Wahyu Jayadi sebagai pelaku pembunuhan berkat adanya luka bekas cakaran di lengan pelaku dan bercak darah di mobil korban.

Kepada polisi, Wahyu Jayadi sempat berkilah jika luka itu karena tergores saat mempebaiki mobil.

Saat otopsi, ditemukan bekas darah dan membran di kuku korban.

Lalu, Deoxyribonucleic Acid ( DNA) pelaku dites dan ternyata sesuai dengan dari darah dan selaput kulit di kuku korban.

Juga sesuai dengan bercak darah yang ada di mobil korban.

Sebelumnya, jasad Siti Zulaeha ditemukan oleh Rusdi (31), seorang pengawas proyek bangunan, pada Jumat (22/3/2019) pukul 08.30 Wita.

Rusdi menemukan Siti Zulaeha di dalam mobil dalam kedaan kepada diikat sealt belt (sabuk pengaman).

Wahyu Jayadi membunuh tetangganya dengan cara mencekik leher dan meninju bagian wajah.

Guna menghilangkan bekas cekikan, dia mutupi leher korban menggunakan seat belt.

Saat dicekik, korban melakukan perlawanan dengan cara mencakar pelaku.

Setidaknya itu terlihat dari bekas cakaran di lengan pelaku.

Sebelum pembunuhan, Siti Zulaeha Djafar dan Wahyu Jayadi sempat janjian untuk kencan saat pulang dari kantor.

Mereka janjian untuk bertemu di depan kantor PT Telkom Tbk, dekat Menara Phinisi.

Keduanya pergi ke arah Gowa dan saling mengobrol hingga akhirnya terlibat cekcok.

Cekcok ini dipicu bahasa korban yang mencampuri pribadi pelaku.

Korban lalu menampar pipi pelaku.

Emosi dan tak terima, pelaku melakukan kekerasan fisik terhadap Siti Zulaeha hingga ia meregang nyawa.

(Tribunnews.com/Miftah)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 4 Fakta Terbaru Dosen UNM Bunuh Siti Zulaeha: Akui Tak Ada Asmara, Pelaku Diperiksa Psikologisnya.

Penulis: Miftah Salis

Editor: teddymalaka
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved