Breaking News:

Berita Pangkalpinang

PHRI Pangkalpinang Tampik Adanya Keterlibatan Manajemen Hotel di Prostitusi Online

Ia menjelaskan jika dalam regulasi perhotelan, ketika tamu akan memasuki hotel, tamu tersebut terlebih dahulu

Bangkapos/Rizky
Yakob Public Relation PHRI kota Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Menanggapi pemberitaan mengenai prostitusi online yang terjadi di kota Pangkalpinang, Public Relation PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran) kota Pangkalpinang Yakob, mengatakan jika berbicara perhotelan adalah jasa akomodasi yang biasa dipergunakan untuk beristirahat.

Namun di satu sisi hotel juga dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk dijadikan tempat prostitusi online.

Ia pun mengaku jika sampai saat ini dirinya belum mengetahui adanya prostitusi online di Pangkalpinang.

"Sampai saat ini saya belum pernah lihat ada berita yang negatif tentang prostitusi online di Pangkalpinang." ujar Yakob, Selasa (26/3) di tempat kerjanya.

Saat ditanyakan apakah manajemen hotel terlibat dalam prostitusi online tersebut, Yakob menampik hal tersebut.

Ia menjelaskan jika dalam regulasi perhotelan, ketika tamu akan memasuki hotel, tamu tersebut terlebih dahulu harus melewati pengamanan dari security hotel terlebih dahulu.

Setelah melewati pengamanan dari security tamu tersebut wajib melapor ke resepsionis hotel, jika ditemukan hal-hal yang mencurigakan dari tamu tersebut, maka tamu tersebut tidak diperbolehkan masuk ke dalam hotel.

"Saya rasa untuk keterlibatan dengan pihak hotel tidak ada, karena di setiap perusahaan hotel ada aturan tersendiri. Jadi ketika tamu tersebut masuk harus mempunyai data dan wajib melapor. Bagi yang tidak ada itu tidak boleh."

Yakob menambahkan jika ada hotel yang terlibat menjadikan prostitusi online sebagai tambahan pemasukan hotel, maka itu bukanlah tambahan pemasukan yang baik.

Karena perhotelan yang juga suatu rangkaian dalam bisnis pariwisata, terlebih lagi berada di Bangka yang kaya akan tempat wisata yang bagus. Pihak hotel bisa membuka layanan travel agent sebagai tambahan pemasukan.

Oleh karena itulah pihak perhotelan harus mampu memilah dan memilih industri mana yang positif yang bisa diambil, dan mana yang negatif yang harusnya ditinggalkan. 

Yakob pun menambahkan jika PHRI memiliki kiat-kita khusus untuk menghindari hotel dari praktek prostitusi online.

Diantaranya harus memiliki aturan yang jelas dan punishment bagi hotel yang melanggar, dan kedepannya akan membuat seminar-seminar edukasi bahwa siapa pun yang bergerak di bidang perhotelan harus mampu memiliha mana industri yang positif dan negatif. (Bangkapos/Muhammad Rizki)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved