Breaking News:

Terjerat Kasus Pengrusakan Barang Bukti Pengaturan Skor, Jokdri Shock Saat Ditahan

Kuasa hukum Joko Driyono, Andru Bimaseta, mengungkapkan kondisi kliennya sempat syok saat mengetahui bahwa harus ditahan oleh penyidik.

Editor: nurhayati
Tribunnews/JEPRIMA
Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono didampingi Sekjen PSSI Ratu Tisha seusai di periksa oleh penyidik Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (24/1/2019). Joko Driyono diperiksa selama 11 jam dengan 45 pertanyaan terkait kasus dugaan pengaturan skor pertandingan sepak bola di liga Indonesia. 

BANGKAPOS.COM-- Kuasa hukum Joko Driyono, Andru Bimaseta, mengungkapkan kondisi kliennya sempat syok saat mengetahui bahwa harus ditahan oleh penyidik.

Meski begitu, menurut Andru mengungkapkan Joko Driyono menerima penahanan terhadap dirinya.

"Betul (syok), paling tidak dia menerima penahanannya," ujar Andru saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (26 /3/2019).

Andru menyebut sejak resmi ditahan, belum ada siapapun yang menjenguk Joko Driyono, termasuk keluarganya.

"Belum ada yang menjenguk," tambah Andru.

Seperti diketahui, Joko Driyono ditahan setelah sekitar satu bulan menyandang status tersangka.

Dirinya ditetapkan sebagai tersangka karena merusak barang bukti terkait pengaturan skor. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (14/2/2019).

Dirinya diduga memerintahkan tiga pesuruhnya, yakni Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus dan Abdul Gofar melakukan perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI yang sempat digeledah Satgas Anti Mafia Sepakbola beberapa waktu lalu.

Dia diduga memerintahkan ketiganya melakukan perusakan garis polisi atau masuk tanpa izin ke tempat yang telah disegel polisi, kemudian memerintahkan melakukan perusakan barang bukti dan pencurian mengambil laptop terkait kasus dugaan pengaturan skor.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ditahan Polisi, Joko Driyono Sempat Syok

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved