Berita Pangkalpinang

Deklarasi Stop Perkawinan Anak Wujudkan Pangkalpinang Kota Layak Anak

jangan sampai ada perkawinan anak, untuk itu dari semua pemangku kepentingan dan stakeholder kita deklarasikan

Deklarasi Stop Perkawinan Anak Wujudkan Pangkalpinang Kota Layak Anak
Bangkapos/irakurniati
Penandatangan Deklarasi stop perkawinan anak, Rabu (27/3/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Puluhan anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak Pangkalpinang mendeklarasikan stop perkawinan anak, Rabu (27/3/2019).

Acara yang diselenggarakan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Pangkalpinang, berlangsung di Hotel Grand Mutiara. 

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Pangkalpinang, Fitriansyah, menuturkan, mewujudkan kota layak anak digelar deklarasi stop perkawinan anak.

Dia mengatakan dalam tiga tahun terakhir Pangkalpinang termasuk hampir tidak memiliki angka perkawinan anak,

namun untuk tetap mendukung menjadi provinsi layak anak, dibentuk kebijakan ini agar tidak adanya kasus serupa marak di Panhkalpinang. 

"jangan sampai ada perkawinan anak, untuk itu dari semua pemangku kepentingan dan stakeholder kita deklarasikan stop perkawinan anak, dampaknya juga tidak bagus untuk kesehatan, pendidikan." kata Fitriansyah. 

Lanjutnya, setelah pendeklarasian ini akan dokawal dengan program-program dari pemangku kepentingan dan stakeholder.

Dengan melakukan sosialisasi dan edukasi. Perkawinan anak juga menurutnya, dapat mempengaruhi pada kelahiran anak stunting, yakni bayi lahir kerdil.

Dibidang lain, dampaknya berpengaruh pada pendidikan anak yang terbengkalai bahkan menyebabkan putus sekolah. 

"kami dari PPA menunjang program dari berbagai sektor, jangan sampai perkawinan anak berdampak pada pendidikan yang terbengkalai, bidang kesehatan seperti stunting." ujarnya. (*)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved