Berita Pangkalpinang

Pemprov Babel Buka 67 Paket Pelatihan di BLK, di Antaranya Kejuruan Pariwisata dan Otomotif

Kejuruan yang dibuka diantaranya ialah, teknologi informasi dan komunikasi, elektronika, listrik, pariwisata, manufaktur, garmen, teknik las, otomotif

Pemprov Babel Buka 67 Paket Pelatihan di BLK, di Antaranya Kejuruan Pariwisata dan Otomotif
Bangka Pos/Krisyanidayati
Pembukaan pelatihan BLK APBN Tahun 2019 di Aula BLK Babel, Rabu (27/3/2019). 

BANGKAPOS.COM - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun ini membuka 67 paket pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja Babel.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Babel, Ceppy Nugraha menyebutkan 67 paket pelatihan ini terdiri dari 40 paket yang didanai oleh APBD dan 27 paket pelatihan didanai APBN.

Kejuruan yang dibuka diantaranya ialah, teknologi informasi dan komunikasi, elektronika, listrik, pariwisata, manufaktur, garmen, teknik las, otomotif,

Kejuruan TIK, elektronika, listrik 1 kejuruan, teknologi manufaktur, garmen, teknis las, pariwisata.

"Satu paket ada 16 orang dan untuk APBN pelatihannya 160 jam, kalau APBD 240 jam ini sesuai standar. Tahun ini kita lebih banyak APBD ada 40 paket," kata Ceppy, Rabu (27/3/2019).

Ceppy menyebutkan, hadirnya pelatihan ini sebagai upaya untuk mengurangi tingkat pengangguran di Babel. Selain itu, sebagai cara untuk meningkatkan keterampilan sumber daya manusia Babel agar bisa bersaing dengan SDM dari luar.

Dirinya juga mewanti-wanti, agar para perserta pelatihan yang telah lulus seleksi ini dapat memanfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin.

"Pelatihan ini tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan ini. Adek-adek jangan minder, di BLK untuk meningkatkan kompetensi, ikuti instruktur, dan ini hanya dasar, ini yang nantinya perlu inovasi kalau kesempatan untuk meningkatkan kompetensi. Kuncinya belajar sungguh-sungguh dan tekuni," pesannya.

Saat ini persaiangan dunia kerja semakin ketat seiring dengan arus globalisasi. Ia meminta agar para peserta pelatihan dapat betul-betul mendapatkan kompetensi dan keahlian sesuai kejuruan yang dipilih.

"Pemerintah ingin SDM kita punya skill tinggi bisa berasaing dengan SDM dari luar. Untuk itulah kita adakan pelatihan dalam rangka bersaing dengan pekerja yang dari luar. Upaya kita mengatasi pengangguran di Babel, pengangguran ini tanggungjawab bersama cara mengatasi salah satunya meningkatkan kompetensi SDM," katanya.

(Bangka Pos/Krisyanidayati)

 

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved