Pria Ini Tipu Google dan Facebook Rp.1,7 triliun, Begini Caranya

Seorang pria Lithuania mengaku bersalah atas dakwaan melakukan penipuan terhadap dua perusahaan teknologi, Google dan Facebook. Sebelumnya, pria...

Pria Ini Tipu Google dan Facebook Rp.1,7 triliun, Begini Caranya
infokomputer.grid.id
Hati-hati jika menerima email mencurigakan, apalagi jika menyangkut finansial 

BANGKAPOS.COM - Total kerugian akibat perbuatan pria berusia 50 tahun ini sekitar US$122 juta, masing-masing terhadap Facebook (US$99 juta) dan Google (US$ 23 juta).

Esvaldas melakukan penipuan dengan menggunakan metode yang disebut Business Email Compromise (BEC).

Penipuan dimulai dengan berpura-pura menjadi karyawan keuangan Quanta Computer, yang merupakan salah satu perusahaan manufaktur terbesar di Taiwan.

Divisi keuangan Facebook dan Google mempercayai tagihan tersebut dan kemudian mentransfer pembayaran ke Esvaldas.

Setelah menerima uang tersebut, Esvaldas kemudian menyebar hasil tipuannya ke rekening di enam negara berbeda dengan tujuan menghilangkan jejak.

Akan tetapi, aksi Esvaldas terungkap di Lithuania tahun 2017. Ia pun kemudian diekstradisi ke AS dan akhirnya mengakui kesalahannya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Esvaldas bersedia mengembalikan dana sebesar US$49,7 juta yang merupakan sisa dari hasil penipuannya.
Selain itu, Esvaldas juga bersiap dijatuhi hukuman penjara maksimal 30 tahun.  

Yang menjadi pertanyaan besar adalah bagaimana divisi keuangan di perusahaan sebesar Google dan Facebook bisa tertipu.

Jaksa sempat menanyakan hal ini kepada Esvaldas, termasuk kemungkinan Esvaldas telah berkolusi dengan salah satu orang dalam Google dan Facebook.

“Saya juga tidak tahu [mengapa mereka tertipu]. Saya hanya diminta membuka rekening bank” ungkap Esvaldas.

Modus operandi yang biasa dilakukan adalah membajak email atau mengirim email yang terlihat asli dari mitra bisnis sebuah perusahaan (dan biasanya beda negara).

Setelah itu, penipu tersebut akan mengirimkan tagihan yang (dengan berbagai alasan) harus ditransfer ke sebuah nomor rekening baru.

Padahal, rekening baru tersebut sebenarnya adalah rekening sang penipu.

Jadi, hati-hati jika menerima email terkait keuangan yang mencurigakan.

 SUMBER

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Info Komputer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved