Berita Pangkalpinang

Dibudpar Babel Optimis Tingkat Okupansi Hotel Meningkat di 2019, Ini Penghambatnya

satu diantaranya tingginya tiket pesawat, yang membuat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Belitung belum

Dibudpar Babel Optimis Tingkat Okupansi Hotel Meningkat di 2019, Ini Penghambatnya
Bangkapos
Achmad Fajri, Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Belitung. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Belitung, Achmad Fajri mengatakan dirinya berharap akan ada peningkatan dari okupansi hotel yang berada di Bangka Belitung.

Hal ini didasari oleh target nasional, yang tahun kemarin dari 17 juta wisatawan menjadi 20 juta wisatawan tahun ini.

Namun dirinya mengakui ada beberapa faktor penghambat, satu diantaranya tingginya tiket pesawat, yang membuat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Belitung belum bisa menetapkan target okupansi hotel.

"Karena dari Kemepar sendiri ada peningkatan target wisatawan dari 17 juta menjadi 20 juta. Otomatis yang di daerah-daerah juga akan mengikuti target yang ditetapkan kemenpar." Ujar Fajri, Kamis (28/3) saat ditemui di ruang kerjanya.

Untuk tahun ini, menurut data yang diperoleh dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Belitung untuk di tahun 2018, ada 172 hotel dan tak kurang dari 4882 kamar mulai dari hotel melati hingga hotel bintang empat yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Bangka Belitung.

Dan data yang di dapatkan dari BPS (Badan Pusat Statistik) jika di sepanjang tahun 2018, tingkat okupansi hotel berbintang yang disinggahi wisatawan di Bangka Belitung sebanyak 425.942 wisatawan yang menginap di hotel.

Dan angka tertinggi ada pada bulan Juli 2018 sebanyak 41.495 wisatawan yang menginap di hotel.

Optimisnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Belitung tentang meningkatnya tingkat okupansi hotel bukan tanpa sebab, Fajri menambahkan jika dengan bertambahnya hotel, persiapan sarana pariwisata, dan dengan promosi yang sudah dilakukan, otomatis akan tingkat okupansi hotel pun akan bertambah.

Namun pada saat ditanyakan tentang berita prostitusi online yang sedang merebak di Pangkalpinang, Fajri memilih tidak mau berkomentar.

Karena secara administrasi tidak ada satu pun hotel diperbolehkan untuk memperlakukan hal tersebut.

"Kami no comment ya, karena secara administrasi tidak ada satu hotel pun yang memperbolehkan itu. Kami juga baru denger kalau di Bangka ikut-ikutan hal tersebut." Pungkas Fajri (Bangkapos/Muhammad Rizki)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved