Breaking News:

Garuda Indonesia Sudah Tidak Percaya Lagi dengan Boeing 737 Max8

Pertemuan itu mengeluarkan keputusan bahwa Garuda tidak dapat melanjutkan pemesanan Boeing 737 Max8 sebanyak 49 unit.

Editor: khamelia
ARSIP GARUDA INDONESIA
Boeing 737 MAX 8 di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (7/1/2018). 

"Untuk hal ini Boeing terbuka dan akan membahas internal di Seattle (Amerika Serikat)," kata Ari.

Boeing juga menyampaikan simpatinya kepada keluarga korban dan masyarakat Indonesia.

Dari sisi teknis, kata Ari, Boeing sudah melakukan enhancement atas sistem maneuvering characteristics augmentation system (MCAS).

Selain itu Boeing juga masih menunggu persetujuan dari Federal Aviation Administration (FAA) dan laporan akhir atas kecelakaan Boeing 737 Max 8 baik yang diterbangkan Lion Air pada Oktober 2018 lalu maupun Ethiopian Airlines pada awal Maret 2019.

Memberi apresiasi

Sementara itu, Ikatan Pilot Indonesia (IPI) mengapresiasi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan atas langkah dan respons cepatnya.

Keputusan itu adalah menghentikan pengoperasian sementara (temporary grounded) seluruh armada Boeing 737 Max8 yang ada di Indonesia.

"Hal tersebut merupakan tindakan antisipatif, dalam menyelesaikan proses inspeksi armada Boeing 737 Max8. Untuk memastikan kebijakan tatalaksana safety dan tindaklanjut pengoperasian armada Boeing 737-800 Max8 di Indonesia kedepannya," kata Kapten Iwan Setyawan, Ketua IPI.

Selain itu, lanjut Iwan, IPI juga menekankan perlunya menghindari spekulasi mengenai apa yang terjadi pada pengoperasian armada Boeing 737 Max8.

IPI juga menunggu lebih lanjut hasil investasi lembaga terkait lainnya yang terlibat dalam Badan Investigasi Kecelakaan Ethiopia untuk menyelesaikan temuannya.

Halaman
123
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved