Berita Pangkalpinang

Surat Suara Calon Presiden dan Wakil Presiden Tiba di Pelabuhan Pangkalbalam

Ini surat surat suara terakhir yaitu surat suara calon Presiden dan Wakil Presiden serta Surat Suara calon anggota DPD

Surat Suara Calon Presiden dan Wakil Presiden Tiba di Pelabuhan Pangkalbalam
Bangkapos
Ketua KPU Provinsi Bangka Belitung melepas truk pengantar surat suara menuju KPU kabupaten kota, Kamis (28/3). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Surat suara calon Presiden dan Wakil Presiden serta surat suara calon anggota DPD telah tiba di pelabuhan Pangkalbalam Pangkalpinang, Kamis (28/3).

Ketua KPU Provinsi Bangka Belitung Davitri mengatakan, langsung dilakukan distribusi ke daerah di pulau Bangka.

"Ini surat surat suara terakhir yaitu surat suara calon Presiden dan Wakil Presiden serta Surat Suara calon anggota DPD.

Surat suara ini Alhamdulillah sudah sampai ke Bangka tadi pagi jam 8, itu merapat ke pelabuhan Pangkalbalam dan langsung dilakukan bongkar muat dan di bawa ke PT. BJL. Sehingga langsung didistribusikan ke 5 kabupaten kota di pulau Bangka," ujar Davitri.

Sementara untuk pulau Belitung surat suara sampai hari ini. Pelipatan surat suara langsung dilakukan KPU kabupaten kota dan melaporkan jumlah surat suara yang rusak.

Davitri menambahkan, sudah lebih dari 4 ribu surat suara yang rusak.

"Ada yang sudah mencapai 4 ribuan lebih yang rusak untuk surat suara bermacam-macam, seperti surat suara DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD Kota," tambah Davitri.

Kerusakan banyak terjadi di kabupaten Bangka. KPU Provinsi instruksikan KPU kabupaten kota untuk segera melapor.

"Terutama di kabupaten Bangka itu kita mendapatkan laporan sekitar 4000 lebih, yang lain-lain mungkin kita akan minta serentak saja kepada KPU Kabupaten Kota agar disampaikan secara cepat kedapa KPU Provinsi karena terkait waktu," tegas Davitri.

Surat suara yang rusak akan dimusnahkan. KPU Provinsi memberikan surat kepada KPU Kabupaten Kota untuk memusnahkan surat suara yang rusak.

Surat suara yang rusak diungkapkan oleh Davitri karena banyak tinta hitam yang menyebar di kertas surat suara.

"Kerusakan banyak tinta hitam yang menyebar. Ada yang di nama calon anggota, tentu ini akan berakibat tidak fokusnya orang memilih. Membuat nama tidak jelas maka tidak kami gunakan," tegas Davitri. (Bangka Pos/Rizky Irianda Pahlevy).

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved