Pesawat Lion Air JT 610 Jatuh

Tim Lawyer Datang ke Kopi Johny, Hotman Paris Hutapea Kembali Gugat Kemenhub

HOTMAN Paris Hutapea kembali menggugat Kementerian Perhubungan atau Kemenhub dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tim Lawyer Datang ke Kopi Johny, Hotman Paris Hutapea Kembali Gugat Kemenhub
@hotmanparisofficial
Hotman Paris Hutapea bersama dua pengacara Amerika Serikat yang menggugat Boeing terkait kecelakaan pesawat Lion Air JT 610. 

Hotman Paris Hutapea kembali menggugat Kementerian Perhubungan terkait kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di Karawang,Jawa Barat. Hotman Paris menilai Kemenhub dan OJK lalai dalam dua hal ini

BANGKAPOS.COM--HOTMAN Paris Hutapea kembali menggugat Kementerian Perhubungan atau Kemenhub dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Gugatan tersebut  diajukan terkait kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di Kawawang, Jawa Barat.

//

Kecelakaan pesawat ini menyebabkan semua penumpang, sekitar 180 orang tewas. 

Sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia, keluarga korban akan mendapatkan asuransi sekitar Rp 1,2 miliar.

//

Tetapi, sampai kini keluarga korban itu belum mendapatkan pembayaran ganti rugi dari Lion Air, sebagaimana dikatakan pengacara Hotman Paris Hutapea.

Hotman memempertanyakan dua hal kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan OJK itu didampingi dua pengacara Amerika Serikat yang menggugat Boeing sebagai produsen pesawat Lion Air JT 610 yang kecelakaan di Karawang, Jawa Barat.

 

"Halo saya di Kopi Johny bersama pengacara Amerika Mrs Monika, dan Mr mervin," ujar Hotman Paris Hutapea dalam sebuah video yang ia bagikan di akun instagramnya.

Hotman Paris menambahkan, "Ada dua hal, kepada menteri perhubungan dan OJK, tolong diperiksa kenapa sampai sekarang baik Lion maupun perusahaan asuransi belum menuntutaskan pembayaran asuransi yang Rp 1,2 miliar kepada keluarga  korban pesawat Lion."

Yang kedua, kata Horman Paris, kenapa perusahaan industri pesawat terbang Amerika Serikat, Boeing, diikutkan dalam proses investigasi kecelakaan pesawat di Indonesia tersebut karena bisa menimbukan konflik kepentingan.

"Kenapa tidak diizinkan tim peneliti yang indepden termasuk perwakilan keluarga korban," ujar Hotman Paris Hutapea.

Dalam kesempatan itu, pengacara Amerika Serikat tersebut juga menginformasikan bahwa mereka telah mengajukan gugatan kepada Boeing di pengadilan Amerika Serikat.

Mrs Monica Ribbeck yakin bahwa gugatan 65 keluarga korban Lion Air JT 610 itu akan dikabulkan pengadilan.

"Dia (Monica) sangat yakin bahwa gugatan ganti rugi bakal terkabul," ujar Hotman Paris Hutapea.

 @hotmanparisofficial: 65 keluarga korban jatuhnya pesawat Lion telah gugat Boeing di Pengadilan Amerika

@hotmanparisofficial: Kenapa Lion dan Asuransi minta surat release sebelum bayar yg Rp 1,25 m? Baru sebahagian kecil keluarga korban yg dibayar! @monikittenofficial @ribbecklawcharteredofficial

Keluarga Korban Pesawat Lion Air Resmi Gugat Lion

Sebelumnya diberitakan, tidak percaya dengan hukum di Indonesia, Hotman Paris Hutapea mengaku telah bekerjasama dengan tim pengacara dari Amerika Serikat untuk menangani kasus jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

Hotman Paris Hutapea pun sudah mendaftarkan kasus tersebut ke Pengadilan Cook County Chicago, Amerika Serikat.

Kabar baik itu disampaikan Hotman Paris Hutapea lewat akun Instagram-nya @hotmanparisofficial pada Jumat (30/11/2018) pagi.

Hotman Paris Hutapea mengaku jika kasus tersebut akan dimulai pada pertengahan bulan Januari 2019.

 

"Kasus pesawat Lion: bukan hanya ngomong but action! Tim lawyer ini sudah daftarkan gugatan di Pengadilan Cook County Chicago dan sidang pertama tgl 17 january 2019 atas nama salah satu korban pesawat Lion! Kopi rakyaaaaaaat! Ayok Rakyat Indonesia tetap berani membangun hukum Indonesia yang amat parah!," tulis Hotman.

Perjuangan, kata Hotman Paris Hutapea tidak perlu mahal.

Hanya berlatarkan kedai kopi di pinggir jalan, Hotman mengaku berhasil menghubungkan antara pengacara asing dan para keluarga korban pesawat Lion Air PK-LQP.

"Bukti berjuang tidak perlu di gedung mewah, tapi di warung rakyat! Bahkan Tim Chicago datang ke Kopi Johny!" kata Hotman.

"Enaknya berbicara bahasa bule dengan hidangan bakpao dgn tema diskusi tingkat internasional! Pak incek di belakang ini orang ngomong apa ya? Bisanya mandarin!" tambahnya berkelakar.

Sebelumnya, Hotman lewat status Instagram-nya juga menyebutkan jika keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 telah mencoba disuap oleh sejumlah oknum dari maskapai penerbangan.

Mereka diminta untuk tutup mulut dengan tawaran akan mendapatkan uang santunan.

Pernyataan tersebut disampaikan Hotman Paris Hutapea usai berbincang dengan sejumlah keluarga korban.

Mereka yang datang meminta pendampingan hukum, mengaku agar tidak mengajukan gugatan, baik kepada maskapai penerbangan dari dalam ataupun luar negeri.

"Inilah keluarga korban yang sekarang dtang ke Kopi Johny terkait pertemuan dengan para pengacara dari Amerika. Ini Ibu yang putrinya pramugari, siapa nama putrinya bu?" kata Hotman dalam status instagramnya @hotmanparisofficial; pada kamis (29/11/2018).

"Shintia Melina," jawab ibunda.

"Menurut informasi, para keluarga korban ini sudah dihubungi oleh oknum-oknum dari perusahaan penerbangan, akan memberikan santunan yang jumlahnya relatif kecil sesuai peraturan, tapi dengan syarat tidak boleh mengajukan gugatan tuntutan di (maskapai) negara manapun, termasuk di Indonesia," kata Hotman.

"Padahal, santunan yang menurut Peraturan Menteri Perhubungan itu kan dalam keadaan kecelakaan normal pun itu wajib bayar, termasuk itu karena halilintar pun harus bayar," kata Hotman.

Sesuai jadwal, Hotman Paris Hutapea akan mempertemukan para keluarga korban dengan sejumlah pengacara asal Amerika Serikat, yakni Maldwel Von Riddle dan Sergei Basparof.

Kedua pengacara tersebut diungkapkan Hotman berpengalaman menangani kasus kecelakaan pesawat.

Editor: khamelia
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved