Berita Pangkalpinang

Hotel Berkedok Prostitusi, Satpol PP Akan Perbanyak Monitoring Hotel di Pangkalpinang

Menurutnya, dengan beredar informasi praktik prostitusi online di hotel ini, Satpol PP akan melakukan monitoring aktivitas di hotek tersebut

Hotel Berkedok Prostitusi, Satpol PP Akan Perbanyak Monitoring Hotel di Pangkalpinang
Bangka Pos/Ira Kurniati
Kasat Pol PP Pangkalpinang, Rasdian Setiadi 

BANGKAPOS.COM  - Kepala satuan polisi pamong praja Kota Pangkalpinang, Rasdian Setiadi, mengatakan akan melakukan penindakan terkait hotel berkedok prostitusi online di wilayah Pangkalpinang. Namun pihaknya masih berkoordinasi dengan dinas pariwisata mengenai penyelidikan praktik prostitusi.

Rasdian mengaku, informasi adanya praktik prostitusi di hotel sempat terdengar samar ditelinganya. Namun saat ditindaklanjuti, baik itu bersama tim gabungan tidak ditemukan adanga aktivitas tersebut.

"Pol PP ini eksekusinya. Dari dinas pariwisata ada penyelidikan minta bantuan dengan Pol PP untuk bergerak. Dalam waktu dekat akan dirapatkan dengan stakeholder lain. Informasinya samar-samar, tapi untuk membuktikannya pada saat kami tindak lanjuti belum ditemukan." kata Rasdian, Jumat (29/3/2019).

Menurutnya, dengan beredar informasi praktik prostitusi online di hotel ini, Satpol PP akan melakukan monitoring aktivitas di hotel tersebut sekaligus mengecek perizinan usahanya. Dia mengaku, akan memprioritaskan masalah prostitusi online di hotel dalam penegakan perda. Bila ditemukan dan dinyatakan terbukti, izin usaha hotel tersebut bisa saja dicabut dan ditutup.

"Kami akan kerja sama dengan kepolisian juga dalam masalah ini. Bukan hanya hotel berbintang, tapi sudah sering kami monitoring di kos-kosan, penginapan dan hotel melati juga." jelasnya.

Rasdian menyebutkan, akan memperbanyak jadwal monitoring ke sejumlah hotel-hotel yang ada. yakni dua kali dalam seminggu. Biasanya pihaknya melakukan monitoring dan pengecekan sebanyak satu minggu sekali atau dua minggu sekali.

Terpisah, Kasi destinasi pariwisata Dinas Pariwisata Pangkalpinang, Matfi, menuturkan, belum ada peraturan daerah (perda) yang mengatur tentang pengawasan penginapan atau hotel. Saat ini hanya mengacu pada Peraturan Menteri Pariwisata nomor 18 tahun 2016 tentang pendaftaran usaha pariwisata.

Dia menuturkan semua hotel di Pangkalpinang sudah memiliki surat perizinan. Namun apabila ada hotel yang melegalkan aktivitas prostitusi, pihaknya tak segan memberikan rekomendasi untuk menutup izin usaha nya.

Matfi menuturkan penegakan yang berkaitan dengan pelanggaran ini akan diserahkan pada aparat kepolisian, sedangkan izin usaha akan diberikan rekomendasi ke KPPT untuk tutup perizinan nya.

Dikatakannya pihak hotel seharusnya sudah tahu mengenai aturan dan poin yang tidak boleh dilanggar. Padahal, dia mengaku, setiap objek usaha sudah dilakukan pembinaan oleh dinas pariwisata terkait perizinan, kebersihan bahkan hal-hal pokok yang tidak boleh dilanggar, seperti menyalahgunakan hotel sebagai tempat prostitusi.

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved