Berita Pangkalpinang

Kisah Haru Santri Mualaf Pangkalpinang yang Meninggal Dunia Sehari Sebelum Wisuda TPQ

padahal ia sudah berjuang dengan keras dalam mengikuti munaqosah walaupun dengan kondisi kesehatan yang

Kisah Haru Santri Mualaf Pangkalpinang yang Meninggal Dunia Sehari Sebelum Wisuda TPQ
Bangka Pos/Edwardi
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren mewisuda sebanyak 940 santri Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Angkatan ke-IX Tahun 2019 di auditorium STMIK Atma Luhur Pangkalpinang, Kamis (28/03/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Septiyo Pratama, seorang santri dari Taman Pendidikan Qur’an Al Fajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Kota Pangkalpinang tak sempat mengikuti wisuda bersama teman-temannya.

Santri Ini batal diwisuda karena meninggal dunia sehari sebelum jadwal wisuda.

Ia dijadwalkan mengikuti Wisuda TPQ Angkatan IX Tahun 2019 yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang di auditorium STMIK Atma Luhur, Kamis (28/03/2019) 

Hal ini diungkapkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 6 Pangkalpinang, Dodi SPdI disela-sela pelaksanaan wisuda santri TPQ di auditorium STMIK Atma Luhur, Kamis (28/03/2019).

Dikatakan Dodi, siswanya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Kota Pangkalpinang pada hari Rabu (27/03/2019) kemarin sekitar pukul 05.30 WIB, karena penyakit yang memang sudah lama dideritanya.

“Memang almarhum sudah lama mengidap penyakit yang disebabkan virus, pernah juga dia tidak masuk sekolah sampai sebulan lamanya karena kondisi kesehatannya drop,” ujarnya.

Diungkapkannya, siswa tersebut merupakan seorang mualaf yang baru diislamkan pihak sekolah beberapa waktu lalu dan oleh orangtuanya diserahkan kepada pihak sekolah sepenuhnya dalam hal penyelenggaraan jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, mensholatkan hingga menguburkannya di pekuburan umum Semabung Baru Pangkalpinang.

"Kita pun sangat menyayangkan siswa ini tidak sempat mengikuti wisuda, padahal ia sudah berjuang dengan keras dalam mengikuti munaqosah walaupun dengan kondisi kesehatan yang kurang baik dan sudah dinyatakan lulus dalam penilaian, serta berhak mengikuti wisuda.

Namun apa mau dikata, hal itu sudah merupakan takdir dari Allah SWT," tukasnya.

Diharapkannya, pihak keluarga dapat bersabar dan tabah dalam menghadapi cobaan ini.

Halaman
12
Penulis: edwardi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved