Berita Pangkalpinang

Pemprov Babel Akan Naikkan Pajak Air Permukaan

Pemerintah sudah membuat rumusan tarif baru pada Peraturan Gubernur (Pergub) yang akan diterbitkan nanti. Berikut tarifnya

Pemprov Babel Akan Naikkan Pajak Air Permukaan
BANGKA POS / DEDY Q
Kepala Bakeuda Babel Fery Apriyanto 

BANGKAPOS.COM - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan menaikkan tarif pajak air permukaan (PAP). Hal ini diketahui telah dibahas oleh pemerintah pada rapat pembahasan perolehan PAP, Kamis (28/3/2019) kemarin.

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kepulauan Bangka Belitung Fery Apriyanto mengatakan, belum ada penyesuaian tarif PAP setelah berlaku sejak 2011 lalu.

"Karena banyak kondisi yang harus disesuaikan lagi sehingga tarif yang sesuai pergub 2011 itu, sudah selayaknya dipertimbangkan untuk diubah, dinaikkan," kata Fery ditemui di kantornya, Jumat (29/3/2019).

Fery mengatakan, pemerintah sudah membuat rumusan tarif baru pada Peraturan Gubernur (Pergub) yang akan diterbitkan nanti. PAP akan dinaikkan menjadi Rp 3.500 per meter kubik dari sebelumnya Rp 2.500 per meter kubik.

"Jadi naiknya berkisar Rp 1.000. Nanti kami akan buatkan draftnya, kemarin sudah disepakati, dan secapatnya akan kami buatkan keputusan berupa pergubnya," kata dia.

Fery menyebut, potensi PAP bagi Babel diperoleh dari perusahaan-perusahaan, baik dari industri pertambangan dan perkebunan, serta keluatan dan perikanan. Air permukaan seperti dari kolong dan sungai, banyak digunakan perusahaan-perusahaan tersebut untuk proses produksi.

Perusahaan wajib membayar pajak penggunaan air permukaan ini.

"Selama ini juga sudah tercapai targetnya. Cuma ke depan kami mau realisasinya lebih besar lagi untuk pendapatan daerah. Pendapatan yang paling besar itu ya PAP dari sektor pertambangan, ini terkait proses tambang di lapangan," katanya.

Berdasarkan data dari Bakeuda Babel, realisasi PAP Babel pada 2018 mencapai 159,99 persen atau terealisasi sebesar Rp 10,1 miliar dari target Rp 6,3 miliar. Sumbangan terbesar berasal dari daerah-daerah yang memang dikenal banyak kawasan tambang seperti Kabupaten angka sebesar Rp 1,65 miliar, Belitung (Rp 3,2 miliar) dan Kabupaten Belitung Timur (Rp 4,4 miliar.

Pada 2019 ini, target PAP adalah sebesar Rp 8,3 miliar dan hingga Maret 2019 ini sudah terealisasi sebesar Rp 1,96 miliar.

Menurut Fery, besaran setoran PAP dari tiap perusahaan bisa terlihat dari kapasitas produksi.

Meksi demikian, dia mengakui bahwa potensi PAP rentan bocor karena laporan perusahaan diduga bisa dimanipulasi. "Ini menjadi perhatian kawan-kawan di teknis, seperti pertambangan, perkebunan, untuk mengawasinya," katanya.

(Bangka Pos / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved