Penembakan di Selandia Baru

Suarakan Toleransi, Mualaf Cantik Ini Diundang Jadi Pembicara Pasca Teror di Christchurch

Wynni Jones diundang menjadi seorang pembicara di acara peringatan bagi korban serangan teror di Selandia Baru.

Suarakan Toleransi, Mualaf Cantik Ini Diundang Jadi Pembicara Pasca Teror di Christchurch
theguardian.com (Google Maps)
Masjid di Deans Aveneu, Christchurch, Selandia Baru 

BANGKAPOS.COM-- Perempuan cantik bernama Wynni Jones yang menjadi mualaf ini sangat antusias ketika dirinya diundang menjadi seorang pembicara di acara peringatan bagi korban serangan teror dua masjid di Christchurch, Selandia Baru yang digelar di Castlemaine, sebuah kota kecil pedalaman negara bagian Victoria.

Wynni yang sudah menjadi mualaf sengaja diundang ke sana sebagai pembicara untuk menyuarakan toleransi antar sesama umat beragama.

Mengutip ABC Australia, Kamis (28/3/2019) Wynni juga menyuarakan akan dukungannya kepada suku Aborigin Dja Dja Wurrung, pencari suaka, dan kelompok imigran dari berbagai negara di Australia.

Wynni berpidato jika kebencian tidak di mulai dari aksi teror namun lewat diskriminasi.

Kebencian dimulai dengan seseorang yang tidak ingin saya menggunakan jilbab, tidak ingin duduk di sebelah saya di tram, atau berteriak mengejek saya di jalanan," kata Wynni.

"Teroris sudah gagal, karena apa yang kita lihat malah kesatuan yang luar biasa dan kekuatan," ujar perempuan berkulit putih itu seperti dikutip dari ABC Australia, Selasa (26/3/2019).

Wynni yang sudah jadi mualaf dan memeluk Islam tiga tahun lalu.

Wynni mengkisahkan bagaimana dirinya mengenal Islam.

Tahun 2015 lalu ia mengikuti program pertukaran pemuda Australia-Indonesia (AIYEP) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Awalnya ia mengenakan hijab karena menghormati budaya warga setempat di Banjarmasin.

Halaman
12
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved