Ahmadi Sopyan: Pariwisata Babel Perlu Sentuhan Budaya Lokal

Alumnus pondok pesantren Al-Islam Kemuja ini mengatakan Babel memiliki keragaman budaya yang bisa menjadi daya tarik.

Ahmadi Sopyan: Pariwisata Babel Perlu Sentuhan Budaya Lokal
Bangkapos.com
Ahmadi Sopyan Ingin Pariwisata Babel Terdapat Sentuhan Budaya Lokal 

BANGKAPOS.COM--Nilai kebudayaan daerah bisa dilihat dari kultur masyarakat, bahasa, ragam kesenian, hingga bentuk bangunan.

Hal ini dikatakan oleh Ahmadi Sopyan, calon Anggota DPR RI Dapil Babel nomor urut 3 dari Partai Gerindra. Harus diakui Provinsi Kepulauan Babel yang mendapatkan status otonomi daerah sejak tahun 2001 ini perlu membenahi pengelolaan warisan budaya lokal.

"Kita harus mengokohkan karakter budaya lokal dan masyarakat dengan ditonjolkan bangunan-bangunan yang memiliki ciri khas daerah," kata Ahmadi Sopyan di Pangkalpinang.

Alumnus pondok pesantren Al-Islam Kemuja ini mengatakan Babel memiliki keragaman budaya yang bisa menjadi daya tarik. Salah satunya seperti perayaan maulid yang diramaikan dengan tudung saji.

"Babel memiliki ciri khas budaya dengan tudung sajinya. Di desa Kemuja, tempat kelahiran saya, setiap perayaan Maulid Nabi SAW tudung saji wajib diletakkan di teras depan setiap rumah," ungkap Ahmadi Sopyan.

Bagi Ahmadi, tudung saji dengan corak ragam warna dapat menjadi identitas dan karakter budaya lokal masyarakat Babel. Tidak dipungkiri, dengan lambang tudung saji bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi Babel untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Ahmadi Sopyan menuturkan bahwa pengokohan karakter budaya daerah serta budaya masyarakat merupakan modal jitu guna mengangkat potensi pariwisata Babel.

Sehingga tidak hanya sekedar destinasi wisata alam, tapi Babel juga bisa menyuguhkan destinasi wisata budaya dan seni di dalamnya.

"Kita harus membangun identitas dari ciri khas yang ada. Identitas budaya lokal itu harus ada agar bisa dikenal orang banyak," tukas pemuda yang juga seorang penulis buku ini.

"Jangan pernah lepas dari seni, budaya dan kultur masyarakat. Itu sangat penting sekali dan kita tidak bisa menjual pariwisata daerah kita sendiri tanpa budaya," pungkasnya.

Penulis: Khamelia (Uwa)
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved