Berita Pangkalpinang

Bangun Komitmen Lestarikan Lingkungan, Komisi Lingkungan Hidup Gelar Talkshow Keutuhan Ciptaan

Komisi Lingkungan Hidup dan Komisi PSE Keuskupan Pangkalpinang menggelar Talk Show tentang Literasi Teknologi dan Keutuhan Ciptaan

Bangun Komitmen Lestarikan Lingkungan, Komisi Lingkungan Hidup Gelar Talkshow Keutuhan Ciptaan
Istimewa/Dok Panitia
TALK SHOW—Talk show tentang Literasi Teknologi dan Keutuhan Ciptaan yang diselenggarakan Komisi Lingkungan Hidup dan Komisi PSE, di Auditorium Hotel Aksi 1 Pangkapinang, Minggu (31/3). 

BANGKA POS.COM, BANGKA--Komisi Lingkungan Hidup dan Komisi PSE Keuskupan Pangkalpinang menggelar Talk Show tentang Literasi Teknologi dan Keutuhan Ciptaan di Auditorium Hotel Aksi 1 Pangkapinang, Minggu (31/3).

Ratusan peserta utusan paroki-paroki dari kabupaten/kota, para guru sekolah-sekolah Yayasan Tunas Karya, kelompok kategorial, para pegiat lingkungan hidup, Walhi Babel, organisai pemuda lintas agama, Pemuda katolik, Pro Bono, GMKI, para jurnalis berdialog dan membangun komitmen bersama untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

Talk Show menghadirkan tiga narasumber yakni Hutriadi, Kabid Pengendalian dan Penataan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Babel, Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr Adrianus Sunarko, OFM, Pastor Ewaldus Ewal selaku Sekretaris Komisi PSE KWI dengan moderator Respi Leba.

Kabid Pengendalian dan Penataan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Babel, Hutriadi memaparkan secara rinci dan detal tentang kondisi kerusakan lingkungan di Provinsi Babel.

“Kami dari pemerintah memberikan apresiasi atas inisiatif dari masyarakat melalui Komisi Lingkungan Hidup Keuskupan Pangkalpinang untuk menggelar talk show tentang Literasi Teknologi dan Keutuhan Ciptaan sebagai bentuk partisipasi masyarakat untuk bersama pemerintah menjaga dan melestarikan kerusakan lingkungan hidup,” ungkap Hutriadi.

Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr Adrianus Sunarko, OFM menyadarkan para peserta tentang pandangan teologis lingkungan hidup yang mengarahkan peserta pada suatu aksi perlunya pertobatan ekologis untuk menjaga dan memelihara lingkungan hidup.

“Alam diciptakan dan diwariskan kepada manusia dalam keadaan utuh, dalam keadaan yang sungguh amat baik. Keutuhan ini dapat terlihat dari relasi yang baik antara manusia dengan alam, manusia dengan sesama dan manusia dengan Allah. Ciptaan yang utuh itu selanjutnya dipercayakan kepada manusia untuk menjaga merawat dan mengelolanya,” ungkap Mgr Adrianus Sunarko, OFM.

Mgr Adrianus Sunarko menambahkan kerusakan alam, yang akhirnya menyebabkan hilangnya keutuhan ciptaan membutuhan sikap pertobatan ekologis.

“Pertobatan dari sikap merusak kepada sikap memelihara alam ciptaan, rekonsiliasi atau berdamai dengan alam, mengubah sikap terhadap alam ciptaan bukan hanya sebagai sesuatu yang mendatangkan kekayaan tetapi juga sebagai sesuatu yang bisa dikagumi, menjadikan alam sebagai pembuka doa dn kontemplasi untuk menjumpai pencipta,” ungkap Mgr Adrianus Sunarko, OFM.

Pastor Ewaldus Ewal, Sekretaris Komisi PSE KWI, menjelaskan bahwa literasi adalah seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Halaman
12
Penulis: tidakada013
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved