Berita Pangkalpinang

Baru 20 Persen Anak di Babel yang Miliki Kartu Identias Anak (KIA)

Baru 20 persen dari sekitar 480 ribu lebih anak-anak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) hingga maret ini.

Baru 20 Persen Anak di Babel yang Miliki Kartu Identias Anak (KIA)
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Susanti. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Baru 20 persen dari sekitar 480 ribu lebih anak-anak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) hingga maret ini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Susanti menyebutkan, KIA memang menjadi prioritas tahun ini agar semakin banyak anak yang memilikinya.

Saat ini kabupaten Belitung Timur menjadi Kabupaten terbanyak yang anak-anaknya telah memiliki KIA yakni 41 persen kemudian disusul oleh Belitung Timur. Sedangkan yang paling sedikit penerbitan KIA nya ialah kabupaten Bangka Selatan.

Tak ubahnya KTP, KIA berfungsi sebagai kartu identitas yang anak yang mudah dan bisa dibawa kemana-kemana.

Dalam Permendagri nomor 2 tahun 2016 tentang KIA bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan, dan pelayanan publik dan sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.

"KIA masih 19,78 persen, karena awalnya bukan merupakan target. Target kita akta kelahiran karena itu yang legal dalam arti tidak perlu diganti, akta hak untuk memperoleh identitas. Tapi sekarang KIA ini digemborkan karena anak butuh identitas yang bisa dibawa-bawa,"  kata Susanti akhir pekan lalu.

Disinggung soal masih rendahnya anak-anak yang memiliki KIA, Susanti menyebutkan hal ini lantaran masih kurang sosialisasi.

Menurutnya, perlu gerakan bersama untuk mendorong orangtua membuat KIA bagi anak-anaknya.

Semula, proses penerbitan KIA yang diperuntukkan anak-anak baru lahir hingga 17 tahun kurang satu hari ini distimulan oleh pusat. Namun, belakangan daerah yang harus membuat anggaran sendiri untuk penerbitan KIA ini.

"Sebenarnya bukan enggan orangtua, ini baru tahap sosialisasi enggak semua orang tua tau. Dalam setiap kesempatan kami, di sekolah kami gemborkan. Karena keterbatasan saja, supaya kabupaten dianggarkan untuk blanko dan sosialisasi dan  jemput bola agar semakin banyak yang memiliki KIA," jelasnya.

Kedepan, pihaknya akan bekerja sama dengan dunia usaha dunia industri untuk meningkatkan partisipasi anak memiliki KIA. Misalnya bekerja sama dengan tempat bermain, toku buku, agar anak-anak yang memiliki KIA dapat memperoleh layanan khsusus misalnya mendapatkan potongan harga.

"Kami sudah mengumpulkan dunia usaha dan dunia industri agar mereka mendapatkan diskon khsusus. Misalnya hypermart, gramedia, tempat bermain lainnya. Ini upaya kita untuk meningkatkan jumlah anak yang memiliki KIA," sebutnya.

(BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved