Berita Sungailiat

Lokasi Tambang Timah Jadi Rebutan, Pengusaha 'Saling Serang' Hingga Lakukan Upaya Hukum

Alasan Bujang Su, putusan MA belum ikrah karena masih ada upaya hukum yang lebih tinggi.

Lokasi Tambang Timah Jadi Rebutan, Pengusaha 'Saling Serang' Hingga Lakukan Upaya Hukum
(IST/E.Kurniawan)
Lokasi lahan tambang yang menjadi rebutan pihak Bujang Su dan Pihak Saipul. Tampak lokasi telah ditambang oleh CV BMM, setelah mengantongi kuasa pihak Saiful, selaku pemilik lahan. Sejumlah sumber menyebut, tambang ini menghasilkan pasir timah 2 ton hingga 3 ton perhari. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sengketa lahan tambang di Jelitik Sungailiat Bangka masih terus bergulir. Seorang pengusaha bernama Bujang Su, melalui pengacaranya, Zaidan ngotot bahwa tanah tambang tersebut miliknya, walau Mahkamah Agung (MA) memutuskan perkara menangkan pengusaha lain, Saiful sebagai pemilik tanah.

Alasan Bujang Su, putusan MA belum ikrah karena masih ada upaya hukum yang lebih tinggi.

"Saya sebagai penasihat hukum Bujang Su akan mempelajari secara seksama hasil hasil yang sudah diputuskan oleh beberapa pihak, di antaranya keputusan MA yang harus dipelajari, juga dokumen lainnya," kata Zaidan mewakili Bujang Su di awal konferensi pers yang digelar, Sabtu (30/3/2019) petang di Sungailiat Bangka.

Putusan MA dan dokumen yang ada telah dipelajari sehingga muncul gambaran konferehensif untuk mendudukkan fakta bahwa Bujang Su menurut Zaidan, adalah penguasa tanah yang sebenarnya.

"Mengingat itu (laporan) masih ditangani oleh Polda Babel, seharusnya bahwa tanah itu status quo, tidak boleh digarap (ditambang) sebelum mempunyai keputusan hukum yang tetap," lanjut Zaidan.

Oleh karenanya, atas nama klien, Bujang Su, Zaidan selaku kuasa hukum, Senin (31/3/2019) nanti akan melayangkan surat pada Polda Babel untuk meminta perkembangan hasil penyelidikan dan penyidikan yang sudah dilakukan polisi terkait laporan Bujang Su.

"Yang kedua kita minta gelar perkara, melibatkan semua pihak yang menyangkut perkara itu kepada Polda Babel," katanya.

Mengenai penggarapan lahan atau penambangan timah oleh CV BMM atas ijin kuasa Saiful di lokasi yang dimaksud, Zaidan juga mengkajinya lebih dalam. Satu hal yang ia tegaskan, siapapun tidak boleh menambang di kawasan yang masih dalam sengketa.

"Yang jelas kalau kondisi sengketa tidak boleh ada kegiatan (penambangan). Keputusan MA masih ada celah kekeliruan atau kekilafan," katanya.

Zaidan juga menyatakan, berdasarkan penjelasan masing-masing pihak, termasuk penjelasan Camat Sungailiat yang menjabat sebelumnya, Rojali dan Putra Jaya, bahwa menurut Zaidan, diduga ada upaya rekayasa atau kolusi oleh pihak tertentu.

Halaman
123
Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved