Pemberdayaan Masyarakat Melalui KIE di Ujung Utara Pulau Bangka

Kegiatan ini mengundang para pelaku usaha pangan olahan se-Kecamatan Belinyu dan sekitarnya yang berjumlah 60 (enam puluh) orang.

Pemberdayaan Masyarakat Melalui KIE di Ujung Utara Pulau Bangka
istimewa
Penyampaian Materi Oleh Narasumber 

BANGKAPOS.COM -- Dalam rangka meningkatkan pengetahuan pelaku usaha di Kecamatan Belinyu yang merupakan salah satu sentra produk otak-otak dan pangan olahan ikan, Balai POM di Pangkalpinang melakukan kegiatan Penyebaran Informasi dengan tema ”Edukasi Konsumen tentang Obat dan Makanan dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat” pada 28 Maret 2019 bertempat di Hotel Dragon, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.

Kegiatan ini mengundang para pelaku usaha pangan olahan se-Kecamatan Belinyu dan sekitarnya yang berjumlah 60 (enam puluh) orang.

Acara ini dibuka oleh Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Belinyu, Parsono, di dalam sambutannya, Camat Belinyu menyampaikan rasa terima kasihnya karena Balai POM telah melakukan KIE di Kecamatan Belinyu, di mana peserta yang sebagian besar adalah pelaku usaha di bidang pangan olahan ini dirasa sangat perlu mendapatkan pengetahuan mengenai bagaimana cara mengolah pangan olahan yang sesuai dengan ketentuan di tempat produksi masing-masing.

Seluruh Peserta Bersama Narasumber
Seluruh Peserta Bersama Narasumber (istimewa)

Adapun narasumber pada kegiatan ini adalah Kepala Seksi Informasi Komunikasi Balai POM di Pangkalpinang, Andhika Achmad Sugiarto, S.Farm., Apt, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Belinyu, Parsono, Kepala Puskesmas Belinyu, Novianti, SKM dan PFM Ahli Pertama Balai POM di Pangkalpinang, Singgih Prabowo Adi, S.Farm., Apt.

Beberapa hal yang disampaikan oleh peserta kepada narasumber yakni seputar proses mendapatkan IUMK, proses bagaimana mendapatkan izin edar dari BPOM dan juga kemudahan-kemudahan yang diberikan pemerintah dalam hal perizinan produk.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan pengujian sample makanan di sekitar Belinyu menggunakan rapid kit test, hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran keamanan makanan yang dijual di daerah sekitar. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa sample uji negatif dari bahan berbahaya.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved