Berita Pangkalpinang

Tinjau UNBK di Tiga Sekolah, Wagub Babel Nilai Tak Ada Kendala

Abdul Fatah bersama Kepala Dinas pendidikan Babel meninjau dua SMA, SMAN 1 Pangkalpinang dan SMAN 3 Pangkalpinang dan satu MAN 1 Pangkalpinang

Tinjau UNBK di Tiga Sekolah, Wagub Babel Nilai Tak Ada Kendala
Bangka Pos/Krisyanidayati
Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah saat meninjau pelaksanaan UNBK di SMAN 1 Pangkalpinang, Senin (1/4/2019). 

BANGKAPOS.COM - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah bersama Kepala Dinas pendidikan Babel, M. Soleh meninjau dua SMA yakni SMAN 1 Pangkalpinang dan SMAN 3 Pangkalpinang dan satu MAN 1 Pangkalpinang yang sedang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin (1/4/2019).

Berdasarkan data yang dirilis dinas pendidikan pekan lalu setidaknya ada 8.556 pelajar SMA yang tersebar di 67 sekolah dan 1.458 siswa MA yang yang tersebar di 26 sekolah yang akan mengikuti UNBK selama empat hari yakni tanggal 1,2,4, dan 8 April.

Dalam tinjauannya ini, Fatah melihat para siswa yang sedang mengerjakan mata pelajaran bahasa Indonesia dari pintu depan. Dirinya sempat menyapa pengawas dan proktor yang memang telah disiapkan disetiap ruangan.

Mantan Sekda Belitung itu, tak hanya mengunjungi saja namun juga berdiskusi tentang kesiapan sarana dan prasrana UNBK di setiap sekolah. Tak jarang dirinya juga memberikan masukan kepada kepala sekolah yang ditemuinya.

Menurutnya, tak ada kendala berarti pelaksanaan UNBK jenjang SMA dari tiga sekolah yang dikunjunginya. Ia juga menilai persiapan yang dilakukan sekolah maupun dinas pendidikan terbilang matang.

"Instrumen yang digunakan seperti komputer, jaringan, dan listrik tidak bermasalah. Mudah-mudahan ini terjaga seperti hari ini mereka melakasanan dalam tenang dan persoalan yan mereka hadapi," katanya usai meninjau.

Menurutnya, tingkat disiplin pelajar juga sudah terbangun dengan sistem ujian yang berbasis komputer ini membuat para siswa harus percaya diri pada kemampuannya sendiri.

"Kalau dulu tulis menulis ada berbagai potensi kecurang, tapi sekarang komputerisasi menambah keahlian mereka, karena mereka tidak bisa melihat ke kiri dan kanan, mengerjakan soal tidak ada yang membantu selain diri mereka sendiri. Masalah penggunaan teknologi pun sudah terbiasa, karena UNBK sudah diterapkan sejak 2016," sebutnya.

Disinggung soal sarana dan prasarana UNBK, Fatah menjelaskan sejak tahun 2016 lalu, Pemrpov Babel telah menyalurkan bantuan sarana dan prasarana.

"Bertambah dan berkurangnya ini tidak terlalu signifikan. Tapi tahun 2016 lalu sudah ada pembaharuan sarana dan prasarana. Kedepan mungkin tidak pengadaan tapi hanya upgrade dan kalau msaih bisa dioptimalkan kita perbaharui sampai mungkin 2-3 tahun kedepan kita hanya upgrade saja. Karena kalau pengadaan bisa habis anggaran kita untuk pelayanan dasar lainnya, kita optimalkan yang sudah ada," sebutnya.

Fatah menyebutkan, jumlah peserta UNBK di dua sekolah yang didatangi terbilang seimbang, yang artinya dalam penerimaan peserta didik kouta penerimaan per sekolah tidak terlalu jauh berbeda.

"Saya melihat jumlah peserta berimbang dari murid di SMA 1 298 orang dan SMAN 2 262 orang. Perimbangan komposisi sekolah berdasarkan kapasitas tidak ada yang jomplang," katanya.

(BANGKAPOS/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved