Berita Pangkalpinang

Mahasiswa Babel di Taiwan Minta Pulang, Ketua DPRD: Dari Awal Saja Sudah Salah

Menurut Didit selama ini pihak pelaksana selalu merasa benar dan tidak menghiraukan aspirasi dari para mahasiswa.

Mahasiswa Babel di Taiwan Minta Pulang, Ketua DPRD: Dari Awal Saja Sudah Salah
Dokumen Bangka Pos
Didit Srigusjaya, Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung 

BANGKAPOS.COM- Menanggapi pemberitaan diberhentikannya 21 mahasiswa asal Bangka Belitung yang magang di Taiwan dengan alasan tidak disiplin. Ketua DPRD Provinsi Bangka Belitung Didit Srigusjaya mengatakan jika ini adalah hal yang menjadi kekhawatiran DPRD Bangka Belitung.

Didit menambahkan jika menurut informasi yang ia dapatkan dari beberapa mahasiswa yang ia temui. Mahasiswa tersebut tidak diberhentikan. 

Tapi memang mahasiswa tersebut mengundurkan diri dikarenakan janji-janji yang diberikan oleh pemerintah provinsi tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan.

Bahkan mahasiswa tersebut mengatakan kepada Didit, seusai lebaran tahun ini mereka tidak mau lagi kembali ke Taiwan.

Didit pun memberikan saran kepada pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jika ingin mengadakan kerjasama dengan negara luar, lebih baik menjalin kerjasama dengan negara yang memiliki kualitas pendidikan yang baik dan memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia. Ia mencontohkan seperti bekerja sama dengan Jepang.

"Sekali lagi saya tekankan kita ini ga memiliki hubungan diplomatik (dengan Taiwan), walaupun hal ini diperbolehkan, tapi kita mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan." ujar Didit, Selasa (2/4) saat ditemui di ruang kerjanya.

Bahkan Didit mengatakan informasi yang ia terima dari para mahasiswa, jika ada mahasiswa yang berani bersikap kritis dalam artian menyampaikan keluh kesah mereka maka akan diberikan perlakuan yang berbeda.

Rencananya seusai perhelatan akbar pemilu tahun 2019, Didit akan kembali mengundang para mahasiswa untuk membahas hal ini karena dari aduan para mahasiswa pada pertemuan sebelumnya.

Para mahasiswa kecewa dengan sikap DPRD Babel yang tidak ada pembelaan untuk mereka.

Kepada pihak pelaksana pun Didit mengharapkan kejujuran, karena menurutnya selama ini pihak pelaksana selalu merasa benar dan tidak menghiraukan aspirasi dari para mahasiswa.

"Mohon maaf, ini kan pihak pelaksana ngotot seolah-olah mereka yang benar. Tapi tolong dong dengarkan aspirasi anak-anak kita ini. Karena kalau kita mau bicara tentang koridor hukum, ini dari awal saja sudah salah."

(Bangka Pos/Muhammad Rizki)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved